2026年9月10日

Satu Langkah Salah, Semua Terlambat! Proyek Naturalisasi Gila Timnas Indonesia Gagal Karena Salah Pilih Pelatih

Pernah dianggap sebagai salah satu pesaing terkuat Tiongkok di kualifikasi Piala Dunia, kini Timnas ...

Pernah dianggap sebagai salah satu pesaing terkuat Tiongkok di kualifikasi Piala Dunia, kini Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit — tersingkir lebih awal. Sejak Tiongkok gugur, sorotan publik terhadap Indonesia juga menurun drastis, dan dua kekalahan beruntun membuat mimpi menuju Piala Dunia hancur total.

Sejak Erick Thohir menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, ia menjalankan program naturalisasi besar-besaran dengan mendatangkan banyak pemain keturunan Belanda. Tim berubah total, bahkan disebut sebagai tim “bergaya Eropa” di Asia Tenggara. Namun, transformasi besar itu tidak menghasilkan hasil yang diharapkan.

Media Indonesia kini penuh dengan kritik dan refleksi. Mereka sepakat bahwa masalah utama bukan pada pemain, melainkan pada kesalahan memilih pelatih. Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, yang sudah sangat memahami karakter tim, justru dilepas tanpa evaluasi matang. Sebagai penggantinya, Erick menunjuk Patrick Kluivert — legenda Belanda yang bersinar sebagai pemain, tetapi belum teruji sebagai pelatih. Keputusan ini kini dianggap sebagai taruhan besar yang gagal total.

Menurut laporan Football News, ada tujuh tim yang mengganti pelatih di tengah kualifikasi 18 besar, namun sebagian besar memilih pelatih lokal atau yang sudah mengenal tim dengan baik — keputusan yang jauh lebih aman. Hanya Indonesia yang nekat memilih jalan berbeda, dan hasilnya pun tidak memuaskan.

Kekalahan 0–1 dari Irak dan 2–3 dari Arab Saudi memupuskan mimpi Indonesia ke Piala Dunia. Kini, pertanyaan besar muncul: bagaimana langkah Erick Thohir selanjutnya? Bagaimana masa depan para pemain naturalisasi? Jawaban atas semua ini akan menentukan arah baru sepak bola Indonesia.

接著讀