2026年9月10日

Pujian Resmi Mengalir! Wawancara Yang Hansen di Laga Rising Stars: “Tembakan Tiga Angka Itu Favorit Saya” — Tak Sabar Ingin Bertemu Jokic

Pada 14 Februari (waktu Beijing), Yang Hansen menjalani pengalaman pertamanya di NBA All-Star Weeken...

Pada 14 Februari (waktu Beijing), Yang Hansen menjalani pengalaman pertamanya di NBA All-Star Weekend dan langsung mencuri perhatian. Dalam waktu bermain hanya 8 menit, ia tampil sangat efisien dengan 4 dari 5 tembakan masuk, mengemas 10 poin dan 2 rebound. Meski belum berhasil melaju ke final Rising Stars, penampilannya sudah lebih dari cukup untuk mendapat apresiasi—bahkan Portland Trail Blazers secara resmi memuji Yang karena telah “menunjukkan gaya bermain yang mengesankan”.

Yang Hansen terpilih ke Rising Stars Challenge sebagai pemain elite dari G League/Development League. Walaupun ia bukan peserta yang masuk sebagai “rookie NBA” secara tradisional, bisa tampil di panggung All-Star Weekend pada musim pertamanya tetap menjadi bukti kuat atas perkembangan dan potensinya.

Di semifinal, Yang masuk dari bangku cadangan dan langsung memberi dampak. Ia menutup laga dengan 10 poin dan 2 rebound, menjadi pencetak angka terbanyak kedua dalam pertandingan—hanya terpaut satu poin dari peraih poin tertinggi. Namun sayangnya, Team Rivers yang ia bela harus mengakui keunggulan Team Anthony dengan skor 34–40, sehingga langkah mereka terhenti sebelum partai final.

Usai pertandingan, Yang tampil santai dan penuh antusias saat diwawancarai. Ia mengatakan bagian favoritnya dari All-Star Weekend adalah kesempatan untuk mengobrol dengan idolanya, Nikola Jokic, lalu berseloroh dengan senyum lebar: “Saya tidak sabar ingin menciumnya.” Ia juga menertawakan dirinya sendiri soal “Chinglish”, mengaku sempat mencoba memperkenalkan bahasa Inggris ala China kepada semua orang—dan ternyata membuat banyak orang terhibur.

Ketika ditanya momen terbaiknya di pertandingan hari itu, Yang menjawab tanpa ragu. Ia menyebut tembakan tiga angka dari luar garis sebagai favoritnya, sambil memberi alasan yang jenaka: “Karena itu jarang, jadi tentu saja yang paling berharga—ya tembakan tiga angka itu.”

接著讀