2026年9月10日

Sistem perwasitan bola basket Tiongkok kembali menjadi sorotan

Setelah asosiasi bola basket Tiongkok merilis daftar ofisial teknis tersertifikasi periode 2026–2027...

 Setelah asosiasi bola basket Tiongkok merilis daftar ofisial teknis tersertifikasi periode 2026–2027, terungkap bahwa sejumlah wasit ternama, termasuk Yan Jun, tidak lagi menyandang status wasit internasional aktif.

Selama bertahun-tahun, wasit CBA yang memimpin pertandingan-pertandingan krusial kerap menghadapi tekanan besar dari publik. Yan Jun dan beberapa nama lainnya sering menjadi pusat kontroversi, terutama dalam laga penting yang melibatkan tim-tim besar. Persepsi terhadap kualitas perwasitan pun kerap diperdebatkan.

Muncul spekulasi bahwa pencabutan status internasional ini disebabkan kegagalan dalam tes FIBA. Namun faktanya berbeda. Status tersebut berubah karena faktor usia — mereka kini masuk kategori non-aktif internasional, bukan karena tidak memenuhi standar kompetensi.

Meski demikian, minimnya representasi wasit Tiongkok di ajang internasional tetap menjadi tantangan nyata. Kendala bahasa, pengalaman internasional, dan sistem pembinaan jangka panjang menjadi faktor pembatas.

Saat ini, hanya Sun Jian yang masih berstatus wasit internasional aktif dan mendapat kepercayaan untuk memimpin pertandingan Asia Cup tahun lalu. Ia dipandang sebagai generasi baru harapan perwasitan Tiongkok.

Pada masa kepemimpinan Yao Ming, hubungan strategis dengan otoritas wasit Asia dinilai belum menjadi fokus utama. Kontroversi perwasitan dalam Piala Dunia 2019 yang digelar di kandang sendiri serta beberapa laga kualifikasi berikutnya memperkuat narasi tersebut.

Sebaliknya, federasi Jepang dinilai lebih aktif dalam membangun komunikasi dan pengaruh di ranah perwasitan, terutama saat menjalani laga kualifikasi di kandang, yang membantu mereka mengamankan tiket Olimpiade.

Sejak Guo Zhenming mengambil alih kepemimpinan, pendekatan terhadap hubungan dengan otoritas wasit Asia diperbarui. Dampaknya mulai terlihat pada Asia Cup tahun lalu, di mana tim nasional putra Tiongkok menghadapi situasi perwasitan yang relatif lebih seimbang. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mereka meraih posisi runner-up.

Perwasitan bukan sekadar soal peluit di lapangan, melainkan tentang sistem, diplomasi olahraga, dan kredibilitas internasional. Jika ingin terus berkembang di level global, Tiongkok perlu memperkuat fondasi ini secara menyeluruh.

接著讀