0 poin, 0 rebound, 3 pelanggaran! Bukan hanya Xu Xin dan Jiao Bochao, pemain nomor satu CBA juga tampil merosot di bawah Du Feng
Tidak dapat disangkal bahwa Du Feng pernah menunjukkan kualitas kepelatihannya dengan membawa Guangd...
Tidak dapat disangkal bahwa Du Feng pernah menunjukkan kualitas kepelatihannya dengan membawa Guangdong meraih tiga gelar beruntun. Namun, sejak kepergian Yi Jianlian, yang merupakan big man serba bisa, kelemahan dalam sistem permainan tim mulai terlihat—terutama dalam penggunaan pemain dalam (big man) dengan peran terbatas.
Setelah Zhou Qi hengkang, Guangdong meminjam Wang Shaojie dari Beijing Royal Fighters. Namun, pemain yang dikenal sebagai spesialis penyelesaian dan pertahanan ini justru mengalami penurunan performa, bahkan mencatat musim terburuk dalam kariernya.
Dalam pertandingan melawan Jiangsu, Wang hanya bermain 9 menit tanpa satu pun percobaan tembakan. Ia mencatat nol poin, nol rebound, nol assist, nol blok, hanya satu steal dan tiga pelanggaran. Menghadapi pemain lawan yang tidak terlalu kuat, ia tetap gagal memberikan dampak.
Dari sisi taktik, masalahnya cukup jelas. Guangdong sangat bergantung pada Xu Jie sebagai pengatur serangan, namun Wang jarang bermain bersamanya. Tanpa kemampuan menciptakan peluang sendiri, kontribusinya di lini serang sangat terbatas. Rata-rata musim ini hanya 5,2 poin dan 3,2 rebound—terendah sepanjang kariernya.
Menariknya, bahkan pemain muda dengan potensi fisik lebih baik seperti Xu Xin dan Jiao Boqiao juga kesulitan berkembang dalam sistem Du Feng. Hal ini menunjukkan bahwa masalahnya lebih kompleks.
Secara karakteristik, Wang adalah forward dengan tinggi yang relatif terbatas untuk posisi dalam, tanpa kemampuan tembakan jarak jauh maupun ball-handling. Hal ini membuatnya semakin sulit bersaing di level tinggi.
Selain itu, ia juga kalah dalam hal ukuran dan kekuatan fisik. Saat menghadapi pemain asing atau pemain lokal yang lebih besar, ia sering menjadi titik lemah pertahanan.
Dengan masa peminjaman yang hampir berakhir, musim ini kemungkinan menjadi yang terakhir bagi Wang di Guangdong. Namun, persoalan utama bukan hanya performanya—melainkan bagaimana Guangdong membangun ulang kekuatan lini dalam mereka ke depan.
Penelitian Baru: Penyakit Jantung Koroner Bukan Hanya Karena Lemak, Tapi Juga Dua Jenis Daging & 4 Faktor Risiko Utama
Setiap detak jantung adalah tanda kehidupan. Namun, penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi anc...
Lupakan Emas — Sekarang Saatnya Aluminium Bersinar
Aluminium, logam yang dulu kalah pamor dari tembaga dan logam tanah jarang, kini menjadi sorotan pas...
Termasuk Ferrari 488! Aksi Salah Operasi Setir Wanita 62 Tahun Picu Tabrakan Beruntun, Polisi Resmi Umumkan Hasil Investigasi
Termasuk Ferrari 488! Aksi Salah Operasi Setir Wanita 62 Tahun Picu Tabrakan Beruntun di Tianjin Sek...
Mengaku mengalami tanda penuaan yang mengejutkan — Carina Lau (60) mengakui: “Saya benar-benar merasa sudah semakin tua.”
(Hong Kong, 27) Aktris pemenang penghargaan Carina Lau (60), yang dikenal sebagai pasangan panutan d...
Kabar: Manchester United Bakal Rekrut Penyerang Gratis Musim Panas Mendatang, Gaji Mingguan £50K
Dengan kemungkinan kepergian Joshua Zirkzee, Manchester United mulai merencanakan pengganti striker....
Pembatalan Penuh Insentif Pajak Ekspor PV, Perusahaan Kecil dan Menengah Berebut Ekspor, Beberapa Pasar Luar Negeri Bisa Menghilang
Pada 8 Januari, Kementerian Keuangan dan Administrasi Pajak Tiongkok mengumumkan bahwa mulai 1 April...
Beredar rumor Jin Chen diduga terkait kasus tabrak lari, dan disebut-sebut menekan asisten untuk “menjadi kambing hitam.”
(Beijing, 30)Aktris Tiongkok Jin Chen (Gina Jin) kembali naik daun dalam beberapa tahun terakhir ber...
Wang Xing Akhirnya Tak Bisa Menunggu Lebih Lama
Dalam dua hari terakhir, besar kemungkinan kamu juga sudah melihat berita ini berseliweran di mana-m...
Pernah Dikritik Kerana Memijak Patung Guan Gong Ketika Penggambaran, Roy Cheung Dedah Kebenaran Di Sebalik Dakwaan “Gangguan”
(Hong Kong, 19) Aktor Roy Cheung yang terkenal lewat perannya sebagai “Crow” dalam film Young and Da...
Seorang sahabat dekat Cristiano Ronaldo melontarkan pernyataan kontroversial: meski sudah berusia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih menjadi pemain nomor satu dunia, sementara Lionel Messi kini hanya layak di peringkat ke-20, memicu perdebatan panas.
(Beijing, 31 Maret) Final playoff Piala Dunia zona Eropa akan segera digelar, dengan Italia berusaha...
Yan Junling tengah membidik pencapaian 100 penampilan bersama tim nasional. Hingga kini ia telah tampil sebanyak 62 kali, dengan performa yang konsisten dan kerap menjadi andalan dalam menjaga gawang.
Setelah tampil dalam dua laga internasional terbaru, Yan Junling kini telah mencatat 62 caps bersama...