2026年9月10日

Setelah Menunggu 14 Bulan, Chua Yong Jin Rilis Album Baru—Diproduseri Teh Kok Leong dengan Lagu Utama Penuh Inspirasi

(Kuala Lumpur, 3 April) Setelah dua tahun tidak merilis karya baru, penyanyi Chua Yong Jin akhirnya ...

(Kuala Lumpur, 3 April) Setelah dua tahun tidak merilis karya baru, penyanyi Chua Yong Jin akhirnya kembali dengan album kelimanya berjudul “From Never Changing”, sekaligus mewujudkan impiannya bergabung dengan Southern Records. Meski sempat menghadapi antrean panjang di musim album perayaan, ia menunggu hingga 9 bulan untuk jadwal rilis dan menghabiskan 5 bulan lagi untuk menyempurnakan produksi. Hasilnya, album ini langsung mendapat sambutan hangat—bahkan harus melakukan restock hanya dalam seminggu setelah peluncuran.

Chua mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada produser Teh Kok Leong, sahabatnya selama 20 tahun, yang turun langsung menangani produksi album ini. Album tersebut memuat lagu utama inspiratif “From Never Changing”, serta “Deep as the Sea” dan “A Sincere Heart”, versi Kanton dari lagu klasik Hokkien “The One I Love Most in This Life” milik Tsai Hsiao Hu.

Walaupun percaya diri dengan kemampuan bernyanyi dalam bahasa Kanton, Chua mengakui dirinya tetap dikritik secara detail oleh Teh, termasuk soal bagian akhir vokal yang dinilai kurang sempurna. Hal ini justru membuatnya semakin serius dalam membawakan setiap lagu agar emosi dan kualitasnya benar-benar terasa oleh pendengar.

Acara peluncuran album turut dimeriahkan oleh Yeong Ke Yi, Teh Kok Leong, Liu Yan Yan, Chan Lai Mei, arranger Tsang Chong Lit, dan Batman. Album ini juga menghadirkan beberapa lagu lama yang diaransemen ulang, termasuk duet bersama Chan Lai Mei dalam lagu “Cold Autumn.”

Mengenang masa kompetisi dahulu, Chua bercerita bahwa Liu Yan Yan dulu sering datang ke belakang panggung dengan seragam sekolah dan memanggilnya “abang.” Kini, karena berada di bawah label yang sama, ia justru memanggilnya “senior,” yang menurut Liu masih terasa agak canggung. Mengenai Yeong Ke Yi, Chua berseloroh bahwa dulu ia paling “takut” bersaing dengannya karena kemampuan dan penampilannya yang luar biasa. Kini, mereka kembali bertemu sebagai rekan satu label dan saling belajar satu sama lain.

接著讀