2026年9月10日

Pertandingan CBA berlangsung penuh keanehan! Tongxi yang tertinggal hanya 1 poin di momen krusial justru tidak melakukan pelanggaran, keputusan yang memicu kontroversi besar. Usai laga, para penggemar meluapkan kemarahan kepada pelatih Wang Shilong, bahkan menyerukan agar ia segera dipecat.

Dua pertandingan ini menunjukkan perbedaan yang sangat tajam—bukan hanya dari segi kualitas permaina...

Dua pertandingan ini menunjukkan perbedaan yang sangat tajam—bukan hanya dari segi kualitas permainan, tetapi juga dari pola pikir dan pengambilan keputusan.


Shenzhen vs Guangsha — Dominasi total

Shenzhen tampil luar biasa di kandang:

  • Unggul hingga 28 poin
  • Mengontrol permainan dari awal hingga akhir
  • Menang dengan selisih 15 poin

Ini adalah contoh bagaimana tim bermain dengan:
👉 intensitas tinggi
👉 eksekusi jelas
👉 mentalitas menang


Tongxi vs Ningbo — Keputusan yang sulit dipahami

Situasi krusial terjadi di akhir pertandingan:

  • Tertinggal 1 poin
  • Waktu tersisa 25 detik

Namun Tongxi:

  • tidak langsung melakukan foul
  • tidak menekan lawan
  • membiarkan waktu habis

Baru di 3 detik terakhir mereka melakukan foul—sudah terlambat.


Kenapa ini masalah besar?

Dalam strategi basket modern:

👉 Saat tertinggal tipis, waktu sedikit
👉 Harus segera foul untuk mendapatkan peluang tambahan

Dengan menunda foul, Tongxi:

  • kehilangan kesempatan menyerang
  • menyerahkan kontrol permainan

Bukan pertama kali

Hal ini juga terjadi di pertandingan sebelumnya melawan Beijing.

Artinya ini bukan kebetulan, tetapi pola keputusan yang berulang.

接著讀