2026年9月10日

Putra Miho Nakayama menolak warisan 50 juta: alasan di baliknya terungkap

(Tokyo, 4 April) Aktris dan penyanyi legendaris Jepang, Miho Nakayama, yang dikenal luas melalui fil...

(Tokyo, 4 April) Aktris dan penyanyi legendaris Jepang, Miho Nakayama, yang dikenal luas melalui film klasik Love Letter, meninggal dunia secara mendadak pada akhir tahun 2024 di usia 54 tahun. Baru-baru ini, perhatian publik kembali tertuju pada warisannya, setelah dilaporkan bahwa putra tunggalnya memilih untuk menolak warisan senilai sekitar 2 miliar yen (sekitar RM50,51 juta), yang dikaitkan dengan tingginya pajak warisan di Jepang.

Nakayama merupakan salah satu figur paling berpengaruh di industri hiburan Jepang pada era 1980-an dan 1990-an. Selain sukses di dunia film dengan karya seperti Tokyo Biyori dan Sayonara Itsuka, ia juga mencatatkan penjualan album lebih dari 17 juta kopi sebagai penyanyi.

Ia ditemukan meninggal dunia pada 6 Desember 2024 di kediamannya di Shibuya, Tokyo. Tidak ditemukan surat wasiat maupun obat-obatan di lokasi, sehingga kabar kepergiannya mengejutkan banyak pihak.

Menurut laporan media Jepang, Nakayama memiliki seorang putra dari pernikahannya dengan penulis Hitonari Tsuji. Setelah perceraian, sang putra tinggal di Prancis dan lama terpisah dari ibunya. Mereka baru kembali bertemu setelah sekitar 10 tahun, menyusul kabar duka tersebut.

Meski memiliki hak sebagai ahli waris, ia akhirnya memutuskan untuk menolak warisan tersebut. Warisan Nakayama mencakup properti, hak cipta, dan tabungan dengan total nilai sekitar 2 miliar yen. Namun, Jepang memberlakukan pajak warisan hingga 55% yang harus dibayar tunai dalam waktu 10 bulan. Dengan banyaknya aset yang sulit dicairkan, menerima warisan bisa berarti harus menjual aset atau berutang dalam jumlah besar.

Keputusan ini kembali memicu perdebatan publik mengenai sistem pajak warisan di Jepang, bahkan memunculkan pertanyaan apakah sistem tersebut termasuk yang paling ketat di dunia.

接著讀