2026年9月10日

William Chan mengungkap alasan belum mengadakan konser: ia belum merasa siap dan memilih tidak tampil sebelum mencapai standar tinggi yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri

“Saya tidak seharusnya naik ke panggung jika belum siap, karena saya punya standar tinggi untuk diri...

“Saya tidak seharusnya naik ke panggung jika belum siap, karena saya punya standar tinggi untuk diri sendiri.” Pernyataan jujur dari William Chan ini mengungkap alasan sebenarnya mengapa ia belum menggelar konser solo selama sepuluh tahun. Rasa hormatnya yang kuat terhadap panggung membuat penggemar merasa haru sekaligus kagum.

Dalam siaran langsung pada 22 April, Chan membahas penampilannya di Shanghai Super Mango Music Festival pada 2 Mei, yang ia anggap sebagai kesempatan untuk “mengembalikan feeling.” Setelah beberapa tahun fokus di dunia akting, ia merasa perlu kembali ke panggung untuk mengasah performanya. Ia bahkan mengaransemen ulang salah satu lagunya menjadi versi rock untuk mengeksplorasi energi baru di atas panggung. Ia juga menyebut bahwa ini mungkin menjadi “festival terakhir dalam waktu dekat,” menandakan kehati-hatiannya sebelum menggelar konser solo besar.

Sikap ini berangkat dari kepeduliannya terhadap penggemar. Ia pernah melihat fans rela mengantre berhari-hari hingga kelelahan, dan hal itu membuatnya tersentuh serta mulai memikirkan cara memberikan pengalaman yang lebih baik melalui konser pribadi. Ia mengakui sempat kehilangan kepercayaan diri karena lama meninggalkan panggung, namun perlahan menemukannya kembali lewat penampilan di festival musik.

Konser solonya terakhir terjadi sepuluh tahun lalu. Rencana tur kedua tak kunjung terwujud bukan karena hambatan eksternal, melainkan karena ia belum merasa siap. Prinsip “tidak siap, tidak tampil” ini berbanding dengan kesuksesannya di dunia akting, sementara di bidang musik, meski lagu baru belum dirilis, kemampuannya tetap diakui—terlihat dari penampilannya di konser Joker Xue.

Perjalanan Chan menunjukkan langkah yang matang dan penuh pertimbangan. Di industri yang serba cepat, komitmennya terhadap kualitas menjadi sesuatu yang langka. Baginya, bukan soal “kapan tampil,” melainkan “dalam kondisi seperti apa ia berdiri di atas panggung.” Sepuluh tahun penantian ini pun menjadi bukti nyata profesionalisme dan dedikasi terhadap karya.

接著讀