2026年9月10日

Jelang Konklaf Besok, Para Kardinal Memasuki Masa Karantina di Vatikan

VATIKAN, KOMPAS.com – Para kardinal yang akan memilih paus baru mulai memasuki masa karantina di Vatikan menjelang konklaf yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/5/2025).  Mereka akan menginap di dua rumah tamu khusus dan dilarang berkomunikasi dengan dunia luar sampai pemilihan selesai. Sebagai informasi, konklaf akan digelar secara tertutup di Kapel Sistina, dengan 133 kardinal berusia di bawah 80 tahun memiliki hak suara untuk memilih pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.  Baca juga: Digelar Besok, Ini 21 Istilah dalam Konklaf dan Artinya Perihal kandidat paus selanjutnya, tidak ada yang bisa memprediksinya, termasuk Kardinal Robert McElroy, Uskup Agung Washington DC. “Saya sama sekali tidak bisa menebak siapa yang akan terpilih,” katanya saat menghadiri acara di sebuah paroki di Roma, Senin malam.  Ia menyebut proses pemilihan sebagai sesuatu yang "mendalam dan penuh misteri". Sejumlah kardinal menginginkan sosok Paus yang dapat melanjutkan semangat keterbukaan dan transparansi yang diusung Paus Fransiskus.  Namun, ada juga yang mendorong kembalinya Gereja ke akar tradisional yang menekankan doktrin. Kardinal asal Jepang, Tarcisio Isao Kikuchi, mengatakan kepada harian La Repubblica bahwa sebagian besar dari 23 kardinal Asia berencana memberikan suara secara blok.  “Kami, para kardinal Asia, cenderung lebih kompak dalam mendukung satu atau dua kandidat. Kita akan lihat nama siapa yang akan muncul sebagai kandidat terkuat,” ujarnya. Sebaliknya, 53 kardinal dari Eropa dinilai lebih terpecah, memilih berdasarkan kepentingan nasional atau pertimbangan pribadi. Baca juga: Konklaf Digelar Besok, 133 Kardinal Telah Berkumpul di Vatikan Pemilihan paus ini umumnya berlangsung dalam beberapa hari, dengan sejumlah putaran voting hingga salah satu kandidat memperoleh dukungan dua pertiga atau mayoritas tiga perempat dari jumlah pemilih. Sementara kali ini, konklaf disebut menjadi yang paling beragam secara geografis dalam sejarah 2.000 tahun Gereja Katolik.  Kardinal dari 70 negara akan berpartisipasi, mencerminkan semangat Paus Fransiskus yang selama masa jabatannya menunjuk kardinal dari berbagai belahan dunia, termasuk dari negara-negara yang sebelumnya tidak pernah memiliki perwakilan, seperti Haiti, Sudan Selatan, dan Myanmar. Nantinya, hasil konklaf akan diumumkan melalui tradisi lama, di mana asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina menandakan paus baru telah terpilih, sedangkan asap hitam menandakan belum adanya paus terpilih.
m/app6

接著讀

Ulasan Mendalam WaPo: “Operasi Jaring Laba-Laba” Ukraina Seperti Pearl Harbor, Aturan Perang Baru

Dalam sebuah artikel terbaru, kolumnis Washington Post, Max Boot, menyatakan bahwa serangan drone Ukraina ke pangkalan udara Rusia—dijuluki “Operasi Jaring Laba-Laba”—telah menulis ulang aturan perang modern, mirip dengan serangan mendadak Jepang ke Pearl Harbor pada 1941. Meski belum cukup untuk mengubah jalannya perang Rusia-Ukraina dalam jangka pendek, operasi ini menegaskan inovasi Ukraina, keunggulan taktik drone, dan celah besar dalam pertahanan pangkalan udara Rusia.

464 天前