2026年9月10日

Gubernur Bank of England: Inggris Masih Merugi karena Tarif

Gubernur Bank Sentral Inggris, Andrew Bailey, kemarin menyambut baik perjanjian dagang baru antara AS dan Inggris—namun ia memperingatkan bahwa posisi Inggris masih lebih buruk dibandingkan sebelum Presiden AS saat itu, Donald Trump, memulai perang tarif.

Perjanjian tersebut mengurangi tarif AS terhadap mobil, baja, dan aluminium. Bailey menyebutnya sebagai "berita baik", tetapi menegaskan bahwa tarif tersebut masih lebih tinggi dibandingkan tingkat sebelum April 2023.

Berbicara dalam konferensi ekonomi di Reykjavik, Islandia, Bailey mengatakan: "Ini adalah kabar baik dalam dunia di mana tarif efektif tetap lebih tinggi dari sebelumnya."

Ia juga menyoroti bahwa perpecahan suara dalam Komite Kebijakan Moneter (MPC) Bank of England mengenai suku bunga menunjukkan bahwa tidak ada "pemikiran kelompok" (groupthink) di dalam institusi tersebut.

Bank Sentral Inggris sebelumnya dikritik karena tidak cukup menantang pandangan yang dipimpin oleh Bailey dan wakil-wakilnya. Dalam pemungutan suara terbaru, Bailey adalah satu dari lima anggota yang mendukung penurunan suku bunga dari 4,5% menjadi 4,25%. Dua anggota menginginkan penurunan lebih dalam ke 4%, sementara dua lainnya memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap.

Bailey menyatakan: "Diskusi kebijakan di MPC bersifat terbuka, jujur, dan dinamis—sebagaimana seharusnya. Perbedaan pendapat adalah konsekuensi wajar dari ketidakpastian yang kita hadapi."

接著讀