2026年9月12日

Pertama Kali dalam 60 Tahun! CEO Novo Nordisk Dipecat, Terjadi Pergantian Kepemimpinan di Tengah Tekanan Pasar Modal, Gaji Jauh Lebih Rendah dari CEO Eli Lilly

Pada 16 Mei 2025 waktu Eropa, perusahaan insulin raksasa Denmark yang berusia lebih dari satu abad, Novo Nordisk, mengumumkan bahwa CEO mereka, Lars Fruergaard Jørgensen, akan mengundurkan diri. Ini merupakan kali pertama sejak tahun 1960-an Novo Nordisk melakukan penggantian CEO secara drastis, menandakan tekanan besar dari pasar modal terkait kinerja dan harga saham perusahaan.

Dalam sejarah 102 tahunnya, Novo Nordisk hanya memiliki lima CEO, semuanya berkewarganegaraan Denmark. Namun, tradisi manajemen jangka panjang ini kini menghadapi tantangan dari persaingan ketat pasar farmasi global. Pasar modal menyatakan ketidakpuasan yang kuat terhadap penurunan harga saham Novo Nordisk baru-baru ini, terutama setelah obat penurun berat badan GLP-1 andalan mereka, semaglutide, kehilangan keunggulan sebagai pelopor, yang menyebabkan harga saham turun hampir 60% dalam setahun terakhir.

Sejak menjabat CEO pada 2017, Fruergaard menyaksikan ekspansi pesat semaglutide dari pengobatan diabetes ke terapi obesitas, membawa pertumbuhan luar biasa bagi Novo Nordisk. Namun, lemahnya harga saham baru-baru ini membuat pencapaiannya terlupakan. Menurut laporan kompensasi perusahaan, gaji tahunan Fruergaard sekitar 68,2 juta Kroner Denmark (sekitar 9,52 juta USD) pada 2023, turun menjadi 57,1 juta DKK (sekitar 7,97 juta USD) pada 2024 karena kinerja perusahaan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan gaji CEO Eli Lilly David Ricks yang mencapai 29,2 juta USD pada 2024.

Para ahli industri mencatat bahwa eksekutif farmasi AS umumnya menerima gaji jauh lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan mereka di Eropa, dengan tingkat kompensasi dan mobilitas talenta sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pasar modal dan budaya gaji regional. Pencarian CEO baru oleh Novo Nordisk kemungkinan lebih mengutamakan kandidat dengan pengalaman luas di pasar AS untuk menghadapi persaingan ketat dari Eli Lilly, meskipun hal ini membawa tantangan terkait biaya kompensasi dan integrasi budaya.

Data menunjukkan peringkat gaji CEO farmasi tertinggi didominasi oleh perusahaan AS. Selain Eli Lilly, Pfizer, Johnson & Johnson, Amgen, Gilead, dan Merck juga berada di peringkat atas, sementara perusahaan Eropa mulai melanggar tradisi dengan menunjuk CEO berkewarganegaraan AS, seperti Novartis dan Bayer.

Perusahaan biofarmasi Tiongkok juga semakin banyak mempekerjakan eksekutif AS, seperti CEO BeiGene John Oyler dan Presiden Zai Lab Josh Smiley, mencerminkan tren global menuju talenta internasional. Namun, kesenjangan gaji antara eksekutif Tiongkok ini dan raksasa farmasi AS masih signifikan.

Para analis umumnya sepakat bahwa menunjuk CEO yang familiar dengan pasar AS adalah kunci bagi Novo Nordisk untuk mengatasi tantangan saat ini dan bersaing secara global. Dengan persaingan di sektor farmasi yang semakin ketat, perusahaan Eropa harus mempercepat komersialisasi agar tetap unggul dalam inovasi dan ekspansi pasar.

Novo Nordisk telah memastikan sedang aktif mencari CEO baru, menekankan bahwa kepala bisnis AS mereka, David Moore, telah memiliki pengalaman mendalam di pasar AS, menandakan fokus perusahaan pada penyesuaian strategi.

Seorang ahli kardiovaskular terkemuka menyatakan bahwa meskipun Eropa memiliki kemampuan riset dan inovasi yang kuat, kecepatan komersialisasinya masih tertinggal dari AS, menyebabkan banyak obat inovatif akhirnya didominasi oleh merek AS di pasar global. Pergantian pimpinan Novo Nordisk ini merupakan respons proaktif terhadap kenyataan tersebut, dengan harapan membawa pemimpin yang memiliki visi global dan pengalaman pasar untuk mendorong pertumbuhan dan transformasi baru.

接著讀