2026年9月10日

AS Tegaskan Sikap Nol Toleransi terhadap Pengayaan Uranium; Menteri Luar Negeri Iran Sebut Pernyataan Tidak Realistis


Pada 18 Mei 2025, Utusan Khusus AS untuk Isu Timur Tengah, Brett McGurk, menegaskan dalam wawancara dengan media Amerika bahwa setiap kesepakatan antara AS dan Iran harus mencakup ketentuan agar Iran menghentikan aktivitas pengayaan uranium. Ia menegaskan bahwa AS memiliki garis merah “nol toleransi” terkait kemampuan pengayaan uranium Iran—“AS tidak akan membiarkan Iran memiliki kemampuan pengayaan uranium bahkan sebesar 1% sekalipun.”

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, menyatakan pada hari yang sama bahwa pernyataan AS tersebut benar-benar jauh dari kenyataan. Ia menyebutkan bahwa jika AS benar-benar ingin Iran meninggalkan pengembangan senjata nuklir, kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan, dan Iran siap untuk melakukan negosiasi serius. Namun, Amir-Abdollahian menegaskan bahwa terlepas dari tercapainya kesepakatan atau tidak, Iran akan terus melanjutkan kegiatan pengayaan uranium.

Pertukaran pernyataan ini menyoroti kompleksitas dan ketegangan dalam pembicaraan nuklir AS-Iran, dengan perbedaan pendapat yang tajam terkait pembatasan kemampuan nuklir. Komunitas internasional tetap sangat memperhatikan prospek negosiasi mendatang, berharap kedua pihak dapat mencapai kesepakatan nuklir jangka panjang dan stabil melalui jalur diplomasi.

接著讀