Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan peluncuran program pertahanan rudal "Golden Dome" pada hari Selasa. Proyek ini dianggap sebagai versi modern dari inisiatif “Star Wars” tahun 1980-an, dengan target membangun jaringan pertahanan berbasis luar angkasa yang mampu mencegat rudal hipersonik secara nasional, dengan estimasi investasi minimal US$175 miliar dalam beberapa dekade ke depan.
Pertahanan Rudal Luar Angkasa Pertama Kali Diperkenalkan
“Golden Dome” akan dipimpin oleh Letnan Jenderal Michael Guetlein, Wakil Kepala Operasi Luar Angkasa AS. Jika terwujud, ini akan menjadi pertama kalinya AS menempatkan senjata anti-rudal yang siap tempur di luar angkasa. Sistem ini akan menggabungkan kekuatan pertahanan darat dan luar angkasa, dengan target untuk mencegat rudal pada empat fase lintasannya—peluncuran, kenaikan, tengah, dan akhir.
Reinkarnasi Modern dari Proyek “Star Wars”
Konsep ini mengingatkan pada “Inisiatif Pertahanan Strategis” yang diusulkan Presiden Ronald Reagan pada 1980-an. Meskipun gagal karena kendala teknologi dan biaya tinggi, Trump ingin mewujudkan visinya melalui teknologi modern dan kekuatan Angkatan Luar Angkasa AS.
Tiga Versi Dipertimbangkan, Pilihan Jatuh pada “Versi Lanjutan”
Pentagon mengevaluasi tiga opsi—menengah, lanjutan, dan super-lanjutan. Tim Trump memilih versi “lanjutan” dengan pendanaan awal sebesar US$25 miliar dan total biaya hingga US$175 miliar. Perbedaan terletak pada jumlah satelit, sensor, dan senjata antirudal berbasis luar angkasa.
Tantangan Anggaran dan Hambatan Kongres
Kantor Anggaran Kongres memperkirakan komponen luar angkasa dari Golden Dome bisa menelan biaya hingga US$542 miliar dalam 20 tahun mendatang. Meski Trump mengajukan dana awal sebesar US$25 miliar melalui RUU pemotongan pajaknya, program ini masih menghadapi hambatan politik besar di Kongres.
Seorang eksekutif industri yang mengikuti rencana ini menyatakan bahwa perbedaan pandangan partai dan kendala anggaran bisa memperlambat pelaksanaannya.
Ancaman Rudal Hipersonik dari Rusia dan China
Pentagon telah lama memperingatkan tentang kemajuan rudal hipersonik Rusia dan China. Sistem radar dan pencegat berbasis luar angkasa Golden Dome dirancang untuk menghancurkan ancaman ini pada fase awal atau tengah penerbangan, mengatasi keterbatasan sistem pertahanan saat ini.
AS saat ini telah memiliki kemampuan pertahanan rudal darat seperti sistem Patriot dan jaringan satelit pendeteksi rudal, yang sebagian akan digabungkan dalam program ini.
Masih Tahap Konsep, Masa Depan Belum Jelas
Meskipun ambisius dan berteknologi tinggi, proyek ini masih dalam tahap konsep. Jenderal B. Chance Saltzman dari Angkatan Luar Angkasa AS menegaskan bahwa pendanaan dan jadwal pasti belum tersedia. Persetujuan dari Kongres akan menjadi penentu apakah AS benar-benar memasuki era baru pertahanan luar angkasa.
Barcelona Vs Inter: Offside Ujung Sepatu Gagalkan Kemenangan Si Ular
Barcelona - Offside ujung sepatu Henrikh Mkhitaryan membuat Inter Milan gagal mencuri kemenangan di kandang Barcelona. Mkhitaryan mengaku begitu menyesali momen tersebut.
Laporan Media: Vinícius Tolak Tawaran Perpanjangan Real Madrid, Negosiasi Ditunda Hingga Musim Panas Depan
Pada 21 Agustus 2025, sejumlah media termasuk ESPN dan TNT Sports melaporkan bahwa penyerang Brasil ...
Muncul Negara Pertama yang Menantang Sora: AI Takut Menyentuh Mickey Mouse, Tapi “Mengacak-acak” Luffy dan Naruto
Saat Sora Baru Diluncurkan, Ia Begitu Bersinar — Kini Ia Jadi Sumber Masalah Ketika pertama kali dir...
Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga! Legenda F1 Jenson Button Resmi Umumkan Pensiun
30 Oktober — Mantan juara dunia F1 dan legenda balap asal Inggris, Jenson Button, resmi mengumumkan ...
Duan Yongping Tanggapi Donasi 10.000 Saham Moutai: “Cukup Nikmati Dividen Tahunannya Saja”
IT Home melaporkan pada 2 November bahwa investor ternama Duan Yongping kembali menjadi sorotan publ...
Gelombang PHK di AS Semakin Besar, Pasar Tenaga Kerja Mulai Waspada
Gelombang pemutusan hubungan kerja sedang melanda perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat. Starb...
Aktris TVB berusia 34 tahun umumkan keluar dari TVB; pernah menjadi penari pendamping Alan Tam dan Paula Tsui
Mantan anggota BINGO, Odilia Chan (34), umumkan keluar dari TVB setelah kontrak berakhir Aktris dan ...
Spy Shots Mercedes-AMG GLE 53 Facelift: 429 HP + 48V Mild Hybrid
Foto spy terbaru dari facelift Mercedes-AMG GLE 53 baru saja muncul. Sebagai rival langsung BMW X5, ...
Wong Cho-lam membawa seluruh keluarganya pindah kembali ke Hong Kong demi putrinya, ingin memberi anak kehidupan yang lebih stabil; sebelumnya ia pernah tinggal di Tiongkok daratan dan sering berpindah-pindah tempat.
Di usia 46 tahun, entertainer Hong Kong Wong Cho-lam (Wang Zulan) kerap dianggap sebagai salah satu ...
Dua Atlet Loncat Indah China Lolos ke Final! Status Quan Hongchan di Timnas Masih Belum Jelas
Babak penyisihan wanita 10m platform di Diving World Cup 2026 Montreal selesai. At...