2026年9月10日

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan peluncuran program pertahanan rudal "Golden Dome" pada hari Selasa. Proyek ini dianggap sebagai versi modern dari inisiatif “Star Wars” tahun 1980-an, dengan target membangun jaringan pertahanan berbasis luar angkasa yang mampu mencegat rudal hipersonik secara nasional, dengan estimasi investasi minimal US$175 miliar dalam beberapa dekade ke depan.

Pertahanan Rudal Luar Angkasa Pertama Kali Diperkenalkan

“Golden Dome” akan dipimpin oleh Letnan Jenderal Michael Guetlein, Wakil Kepala Operasi Luar Angkasa AS. Jika terwujud, ini akan menjadi pertama kalinya AS menempatkan senjata anti-rudal yang siap tempur di luar angkasa. Sistem ini akan menggabungkan kekuatan pertahanan darat dan luar angkasa, dengan target untuk mencegat rudal pada empat fase lintasannya—peluncuran, kenaikan, tengah, dan akhir.

Reinkarnasi Modern dari Proyek “Star Wars”

Konsep ini mengingatkan pada “Inisiatif Pertahanan Strategis” yang diusulkan Presiden Ronald Reagan pada 1980-an. Meskipun gagal karena kendala teknologi dan biaya tinggi, Trump ingin mewujudkan visinya melalui teknologi modern dan kekuatan Angkatan Luar Angkasa AS.

Tiga Versi Dipertimbangkan, Pilihan Jatuh pada “Versi Lanjutan”

Pentagon mengevaluasi tiga opsi—menengah, lanjutan, dan super-lanjutan. Tim Trump memilih versi “lanjutan” dengan pendanaan awal sebesar US$25 miliar dan total biaya hingga US$175 miliar. Perbedaan terletak pada jumlah satelit, sensor, dan senjata antirudal berbasis luar angkasa.

Tantangan Anggaran dan Hambatan Kongres

Kantor Anggaran Kongres memperkirakan komponen luar angkasa dari Golden Dome bisa menelan biaya hingga US$542 miliar dalam 20 tahun mendatang. Meski Trump mengajukan dana awal sebesar US$25 miliar melalui RUU pemotongan pajaknya, program ini masih menghadapi hambatan politik besar di Kongres.

Seorang eksekutif industri yang mengikuti rencana ini menyatakan bahwa perbedaan pandangan partai dan kendala anggaran bisa memperlambat pelaksanaannya.

Ancaman Rudal Hipersonik dari Rusia dan China

Pentagon telah lama memperingatkan tentang kemajuan rudal hipersonik Rusia dan China. Sistem radar dan pencegat berbasis luar angkasa Golden Dome dirancang untuk menghancurkan ancaman ini pada fase awal atau tengah penerbangan, mengatasi keterbatasan sistem pertahanan saat ini.

AS saat ini telah memiliki kemampuan pertahanan rudal darat seperti sistem Patriot dan jaringan satelit pendeteksi rudal, yang sebagian akan digabungkan dalam program ini.

Masih Tahap Konsep, Masa Depan Belum Jelas

Meskipun ambisius dan berteknologi tinggi, proyek ini masih dalam tahap konsep. Jenderal B. Chance Saltzman dari Angkatan Luar Angkasa AS menegaskan bahwa pendanaan dan jadwal pasti belum tersedia. Persetujuan dari Kongres akan menjadi penentu apakah AS benar-benar memasuki era baru pertahanan luar angkasa.

接著讀