2026年9月10日

Indonesia Teken Kontrak $10 Miliar untuk 48 Jet Siluman KAAN dari Turki, J-10C Tiongkok Tersingkir

Pada 11 Juni di Pameran Pertahanan Internasional Jakarta, Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian dengan Turki untuk membeli 48 jet tempur siluman generasi kelima KAAN. Kontrak senilai $10 miliar ini merupakan ekspor internasional pertama untuk KAAN dan menjadi kesepakatan pertahanan terbesar dalam sejarah Turki. Ini juga menandai tersingkirnya jet J-10C buatan Tiongkok dari pertimbangan.

Meskipun KAAN baru melakukan uji terbang perdananya pada awal 2024 dan masih dalam tahap pengembangan—dengan berbagai subsistem yang bergantung pada teknologi dari AS dan Eropa—Indonesia berani mengambil langkah besar dengan memesan 48 unit. Untuk mengurangi risiko ketergantungan asing, kontrak ini mewajibkan penggunaan mesin buatan Turki sendiri, bukan mesin buatan AS seperti di prototipe awal.

Keputusan Indonesia tampaknya didasari strategi jangka panjang. Dengan keterbatasan kemampuan dalam memproduksi jet tempur canggih, Indonesia melihat pembelian luar negeri sebagai cara untuk mendapatkan alih teknologi. Sebelumnya, Indonesia ikut mendanai proyek KF-21 Korea Selatan sebesar $7,6 miliar, dengan harapan mendapatkan prototipe dan hak produksi lokal. Namun, keterlambatan pembayaran sempat membuat proyek itu terhambat.

Kini beralih ke Turki, Indonesia tak hanya membeli pesawat, tetapi juga mendapatkan kesepakatan transfer teknologi—langkah penting untuk memperkuat industri dirgantara nasional. Namun, proyek KAAN masih penuh ketidakpastian, mengingat komponennya berasal dari berbagai negara, termasuk mesin AS dan sistem kendali terbang buatan Inggris. Jika Barat memberlakukan embargo, proyek ini bisa mengalami penundaan atau bahkan dibatalkan.

Terlepas dari risikonya, Turki berhasil menarik minat dari negara-negara lain seperti UEA dan Arab Saudi. Bagi Indonesia, bermitra dengan negara anggota NATO seperti Turki bisa membuka akses ke teknologi militer Barat—meskipun menambah kompleksitas sistem logistik militer yang sudah menggabungkan peralatan dari AS, Rusia, Prancis, dan kini Turki.

接著讀