2026年9月10日

Rudal Iran Hujani Tel Aviv, Pertahanan Israel Jebol — Pakar: Tel Aviv Salah Hitung Kecepatan Pemulihan Tehran

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Pada dini hari 13 Juni waktu Beijing, Israel melancarkan serangan udara mendadak ke Iran, menewaskan sejumlah komandan militer senior dan pakar nuklir Iran serta merusak fasilitas nuklir utama. Israel sempat mengira telah melumpuhkan sistem komando Iran, namun hanya beberapa jam kemudian, Iran meluncurkan gelombang balasan rudal yang intensif.

CNN mengutip para analis yang mengatakan bahwa Israel “sangat meremehkan kemampuan Iran untuk cepat memulihkan koordinasi militernya.” Wakil Presiden Quincy Institute, Trita Parsi, menyatakan, “Israel mengira mereka telah mengganggu sistem komando Iran, tapi kenyataannya, Iran dengan cepat bangkit dan bahkan berhasil mengacaukan sistem pertahanan udara Israel.”

Pada 16 Juni, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan fase keenam dari operasi “Janji Sejati 3”, dan mengklaim bahwa rudal mereka menghantam beberapa target di Israel serta menyebabkan “serangan salah sasaran” dalam sistem pertahanan berlapis Israel. IRGC memperingatkan bahwa serangan selanjutnya akan “lebih presisi dan lebih destruktif.”

Lebih mengkhawatirkan lagi, seorang pejabat tinggi keamanan Iran mengatakan kepada RT bahwa Teheran kini bersiap menghadapi “perang jangka panjang” dengan tujuan menghancurkan sepenuhnya mesin perang milik Israel. Di tengah negosiasi nuklir AS-Iran yang rapuh, eskalasi ini telah mengejutkan banyak pengamat global.

Situasi ketegangan kini menyebar ke seluruh kawasan, dan risiko konflik regional besar semakin nyata.

接著讀