2026年9月10日

Lonjakan Harga Logam Langka: Bukan Hanya Karena “Langkah Balasan”

Pada 15 Oktober, saham Shenghe Resources (600392.SH) melonjak 5,04%, mencatat kenaikan tahunan sebes...

Pada 15 Oktober, saham Shenghe Resources (600392.SH) melonjak 5,04%, mencatat kenaikan tahunan sebesar 155%. Tak hanya satu perusahaan — seluruh sektor logam tanah jarang (rare earth) di Tiongkok sedang “membara”. Indeks rare earth naik 118% sepanjang tahun ini, dengan lima saham utamanya melambung lebih dari dua kali lipat.

1. Keunggulan Strategis Tiongkok: Menguasai Rantai Industri Lengkap

Meskipun disebut “logam langka”, cadangan mineral ini sebenarnya cukup melimpah — hanya saja penyebarannya tidak merata. Tiongkok memiliki hampir 50% dari total cadangan global dan memproduksi sekitar 70% pasokan dunia, menjadikannya satu-satunya negara dengan rantai industri rare earth yang lengkap.
Pada April dan Oktober, pemerintah Tiongkok meningkatkan kontrol ekspor, mencakup bahan mentah hingga teknologi daur ulang, memperkuat posisi strategisnya di pasar global.

2. Pasokan Ketat, Permintaan Meledak

Kebijakan kuota dan pembatasan ekspor jangka panjang membuat pasokan global semakin terbatas. Di sisi lain, permintaan dari kendaraan listrik, turbin angin, dan robot humanoid melonjak drastis.
Harga oksida praseodimium-neodimium naik 28%, sementara oksida disprosium melonjak lebih dari 200% sejak awal tahun. Setiap motor mobil listrik membutuhkan 3–5 kg magnet berbasis logam langka, dan dengan penjualan EV global diperkirakan mencapai 25 juta unit pada 2025, permintaan akan terus naik.

3. Laba Perusahaan Melonjak, Ekspor Tumbuh Pesat

Kinerja keuangan perusahaan di sektor ini mulai pulih. Northern Rare Earth mencatat kenaikan laba bersih hampir 20 kali lipat, sementara Shenghe Resources memperkirakan kenaikan hingga 8 kali lipat pada kuartal ketiga.
Data bea cukai menunjukkan ekspor rare earth Tiongkok naik 12,6% dalam volume dan harga ekspor rata-rata melonjak lebih dari 100% dibandingkan tahun lalu.

4. Prospek: Tren Positif Berlanjut, Tapi Waspadai Risiko Valuasi

Para analis memperkirakan harga rare earth masih akan berfluktuasi dalam jangka pendek, namun tren jangka menengah tetap naik. Meski begitu, dengan banyak saham utama sudah mendekati rekor tertinggi, investor perlu berhati-hati terhadap potensi gelembung harga.
Lonjakan ini bukan sekadar “aksi balasan”, melainkan cerminan dari dominasi strategis Tiongkok, peningkatan permintaan global, dan pentingnya bahan baku dalam industri masa depan.

接著讀