2026年9月10日

CEO NVIDIA Jensen Huang: “China Tidak Bergantung pada Chip Kami, Mereka Sudah Punya Kekuatan Komputasi Sendiri”

Menjelang kunjungannya ke Tiongkok, CEO NVIDIA Jensen Huang kembali menanggapi kekhawatiran pemerintah AS terkait ekspor chip ke Tiongkok, khususnya untuk penggunaan militer. Dalam wawancara dengan CNN yang ditayangkan 13 Juli, Huang menegaskan bahwa Tiongkok sudah memiliki kekuatan komputasi mandiri yang sangat besar dan akan menghindari penggunaan teknologi AS karena risiko geopolitik. Ia juga mengkritik pembatasan ekspor AS dan menyerukan ekosistem AI global yang terbuka, dibangun di atas standar teknologi Amerika.

Huang: China Tidak Butuh Chip NVIDIA, Pembatasan Ekspor Hanya Merugikan AS

Dalam wawancara dengan CNN, Jensen Huang secara tegas menepis kekhawatiran bahwa chip NVIDIA dapat digunakan oleh militer Tiongkok. “Tidak perlu khawatir,” ujar Huang. “Tiongkok tidak bisa mengandalkan teknologi kami karena sewaktu-waktu bisa dibatasi. Dan jujur saja, mereka tidak butuh—mereka sudah punya kekuatan komputasi yang luar biasa.”

Ia menyoroti pesatnya kemajuan Tiongkok di bidang superkomputer, di mana banyak sistem lokal buatan insinyur Tiongkok telah beroperasi penuh. “Mereka punya semuanya,” tambahnya.

Pembatasan Ekspor Justru Melemahkan Dominasi Teknologi AS

Huang memperingatkan bahwa pembatasan ekspor yang berlanjut dapat merusak posisi kepemimpinan AS di bidang AI. “AS dan Tiongkok sama-sama negara hebat, keduanya ingin berkembang. Tapi jika kita ingin teknologi AS menjadi standar global, kita harus membiarkan seluruh dunia membangun di atasnya.”

Dengan membandingkan dominasi dolar AS di dunia, Huang berargumen bahwa teknologi Amerika seharusnya memainkan peran fundamental yang sama dalam pengembangan AI global. Ia menekankan bahwa hampir 50% pengembang AI dunia berada di Tiongkok, dan menghalangi akses mereka dapat mengisolasi perusahaan AS.

Tekanan Politik Meningkat, NVIDIA Diprediksi Rugi Hingga $8 Miliar

Meski Huang terus membela keterlibatan dengan Tiongkok, tekanan politik AS terus meningkat. Senator Jim Banks dan Elizabeth Warren baru-baru ini memperingatkan Huang untuk tidak bertemu perusahaan Tiongkok yang dianggap terkait dengan militer atau masuk daftar hitam pemerintah AS.

Menurut Bloomberg, NVIDIA dan perusahaan teknologi lainnya diperkirakan kehilangan hingga $8 miliar pendapatan pada kuartal kedua akibat pembatasan ekspor yang diperketat. Huang telah berulang kali menyatakan bahwa kebijakan seperti ini hanya mempercepat pengembangan teknologi domestik Tiongkok dan bisa menjadi bumerang bagi industri AS.

Dalam pidatonya di Washington pekan lalu, Huang menegaskan bahwa menutup akses ke pasar semikonduktor terbesar di dunia akan melemahkan posisi AS dalam perlombaan AI global. “Kalau ingin memimpin, kita harus terlibat,” tegasnya.

接著讀