2026年9月10日

WTT China Grand Slam: Hugo Tersingkir! Bintang Muda China Xiang Peng Tampil Gemilang, Menang Dramatis Setelah 7 Set Sengit

Pada 4 Oktober waktu Beijing, WTT China Grand Slam kembali menghadirkan pertandingan yang luar biasa...

Pada 4 Oktober waktu Beijing, WTT China Grand Slam kembali menghadirkan pertandingan yang luar biasa tegang di perempat final tunggal putra. Bintang muda Tiongkok, Xiang Peng, menunjukkan mental baja setelah berjuang keras selama tujuh set untuk menaklukkan juara dunia asal Brasil, Hugo Calderano, dengan skor akhir 4–3. Kemenangan dramatis ini mengantarkan Xiang melaju ke semifinal tunggal putra, dalam duel yang benar-benar membuat penonton menahan napas hingga akhir.

Lahir pada tahun 2003, Xiang Peng saat ini menempati peringkat 9 dunia, berada tepat di bawah para seniornya Wang Chuqin, Lin Shidong, dan Liang Jingkun. Meski punya bakat luar biasa, inkonsistensi performa membuatnya belum menjadi pemain utama di tim nasional. Sementara itu, Hugo Calderano, kelahiran 1996, kini menduduki peringkat 3 dunia dan menjadi pemain non-Tiongkok dengan peringkat tertinggi. Ia adalah peraih medali emas Piala Dunia dan medali perak Kejuaraan Dunia.

Kedua pemain ini telah tiga kali bertemu sebelumnya. Xiang kalah dalam dua pertemuan awal, namun berhasil menang di duel terakhir mereka di ajang WTT Incheon Champions tahun ini. Sejak saat itu, performa Hugo terus menanjak dengan raihan satu emas dan satu perak di turnamen besar dunia, sementara Xiang sempat mengalami penurunan. Maka, pertemuan kali ini menjadi ujian sejati bagi pemain muda Tiongkok tersebut.

Pertandingan dimulai dengan Xiang tampil agresif dan unggul 2–0 di awal, namun Hugo segera membalik keadaan dengan serangan forehand keras khasnya, mencetak delapan poin beruntun untuk menutup set pertama 11–3. Pada set kedua, giliran Xiang yang mengambil alih permainan. Ia memaksa Hugo melakukan banyak kesalahan dari area belakang meja dan mengakhiri set dengan kemenangan telak 11–3, menyamakan kedudukan menjadi 1–1.

Memasuki set ketiga, Xiang tampil penuh percaya diri. Ia memanfaatkan variasi spin dan tempo pukulan untuk membuat Hugo kehilangan ritme. Meski sempat mendapat penalti karena pelanggaran servis, Xiang tetap tenang dan memenangkan set 11–7, berbalik unggul 2–1. Namun, Hugo tak tinggal diam. Di set keempat, pemain Brasil itu bangkit dengan serangan tajam dari jarak menengah dan mengamankan set 11–6, membuat skor kembali imbang 2–2.

Set kelima menjadi pertarungan mental. Kedua pemain saling berbalas pukulan dengan kecepatan tinggi, namun Xiang kembali melakukan pelanggaran servis dan gagal dalam tantangan “eagle eye”, membuatnya kehilangan fokus dan kalah 8–11. Hugo pun unggul 3–2 dan tampak di ambang kemenangan.

Namun di set keenam, Xiang menunjukkan keberanian dan ketenangan luar biasa. Meski sempat diganggu oleh beberapa bola “lucky shot” dari lawan, ia berhasil menjaga tempo dan memimpin 9–6 sebelum akhirnya menutup set dengan skor 11–7, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Set ketujuh menjadi panggung kebangkitan sang pemain muda. Xiang membuka set dengan keunggulan 3–0 dan terus memompa semangatnya dengan teriakan penuh energi. Hugo mencoba bangkit dengan meminta time-out, namun Xiang tetap tenang dan menjaga keunggulan hingga 10–5 sebelum akhirnya menuntaskan pertandingan dengan skor 11–6. Dengan kemenangan gemilang ini, Xiang Peng resmi membalikkan keadaan 4–3 dan memastikan tiket ke semifinal tunggal putra.

Kemenangan luar biasa ini bukan hanya menunjukkan ketahanan fisik dan mental Xiang Peng, tetapi juga membuktikan kematangannya secara taktis. Di usia 22 tahun, ia berhasil menundukkan salah satu pemain terbaik dunia dalam laga penuh tekanan. Keberhasilannya menjadi bukti baru dominasi Tiongkok di dunia tenis meja, dan para penggemar kini menantikan apakah Xiang akan melanjutkan keajaibannya di babak semifinal mendatang.

接著讀