2026年9月10日

Qinwen Zheng Mundur dari Tur China, Peringkat Akhir Musim Diperkirakan Turun ke Sekitar Posisi 30

Sebuah kabar yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan datang dari bintang tenis top China, Qinwen Z...

Sebuah kabar yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan datang dari bintang tenis top China, Qinwen Zheng. Ia resmi mengumumkan mundur dari dua turnamen penting di tanah air — Wuhan Open 1000 dan Ningbo Open 500. Karena dua turnamen ini merupakan satu-satunya ajang yang ia daftarkan untuk Tur China, keputusan tersebut berarti Zheng mengakhiri musim domestiknya lebih awal. Namun, hal ini belum tentu menandai akhir dari musim 2025-nya secara keseluruhan. Zheng hanya mengirimkan video resmi untuk mengumumkan pengunduran dirinya kepada dua turnamen tersebut, tanpa membuat pernyataan publik di media sosial mengenai penghentian seluruh musim. Untuk dua ajang besar yang akan datang — turnamen Tokyo, di mana ia berstatus juara bertahan, dan Pekan Olahraga Nasional (全運會) di akhir tahun — Zheng belum memberikan kepastian.

Menariknya, Zheng sebenarnya sudah tiba di Wuhan, bahkan pihak penyelenggara sempat merilis foto dan video kedatangannya. Namun sebelum undian resmi dirilis, ia memutuskan untuk mundur. Berbeda dari dugaan publik yang mengira “karena sudah datang, setidaknya akan coba bertanding satu kali,” Zheng juga menarik diri dari turnamen Ningbo yang digelar seminggu kemudian. Keputusan ini menunjukkan bahwa setelah comeback singkat di China Open, ia dan timnya melakukan evaluasi ulang terhadap kondisi tubuhnya dan menyimpulkan bahwa belum saatnya kembali ke lapangan. Sisa pemulihan yang masih sekitar 10–20% tampaknya membutuhkan waktu lebih panjang untuk benar-benar pulih.

Kehilangan poin semifinal dari China Open tahun lalu sudah membuat peringkat langsung Zheng turun ke posisi 10 dunia. Karena ia juga merupakan finalis Wuhan tahun lalu, penghapusan poin dari turnamen tersebut hampir pasti akan membuatnya keluar dari jajaran 10 besar. Ia memang tidak bermain di Ningbo musim lalu, jadi tidak ada poin yang hilang di sana, tetapi kecil kemungkinan ia akan tampil di Tokyo, di mana tahun lalu ia menjadi runner-up. Ditambah peluang tipis untuk lolos ke WTA Finals, poin besar yang akan terpotong bisa membuat peringkat akhir musimnya turun hingga sekitar posisi 30 dunia.

Pertanyaannya kini, apakah Zheng masih bisa mempertahankan posisinya di 32 besar dunia agar tetap berstatus unggulan di Australian Open tahun depan? Jawabannya sangat bergantung pada performa para pesaingnya di minggu-minggu terakhir musim ini. Jika ia bisa tetap mempertahankan posisi unggulan meski mengakhiri musim lebih awal, itu akan menjadi keberuntungan di tengah kesialan. Dengan status unggulan, Zheng akan menghadapi lawan non-unggulan di dua babak awal Australian Open — kesempatan yang berharga untuk memulihkan ritme dan kepercayaan diri. Sebaliknya, jika tidak berstatus unggulan, ia bisa langsung bertemu petenis top di babak pertama Grand Slam, yang tentu menjadi tantangan berat setelah lama absen.

Meski tampaknya tidak akan kembali di sisa musim WTA tahun ini, Zheng masih berpeluang tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (全運會) yang dijadwalkan berlangsung pada 9–20 November di Pusat Tenis Internasional Hengqin, Zhuhai — tempat di mana ia mencapai final “mini year-end” pada 2023. Karena ajang ini berada di luar sistem WTA dan berlangsung sebulan setelah tur resmi berakhir, Zheng memiliki waktu tambahan untuk memulihkan diri. Turun di Zhuhai bisa menjadi langkah strategis sekaligus aman untuk menguji kebugaran, menemukan kembali ritme permainan, dan memanaskan mesin menjelang musim baru — pilihan yang jauh lebih bijak dibanding memaksakan diri tampil di turnamen besar internasional seperti China Open.

Seperti yang Zheng ungkapkan usai mundur dari China Open: “Kita harus memikirkan karier jangka panjang. Kalau kamu masih ragu apakah harus mundur, itu berarti kamu belum siap untuk kembali.” Dalam dunia tenis profesional yang keras dan penuh tekanan, kesabaran juga merupakan bentuk kekuatan. Petenis legendaris seperti Djokovic dan Nadal pun sering memilih mengakhiri musim lebih awal demi kembali lebih kuat di tahun berikutnya. Keputusan Zheng mungkin mengecewakan bagi para penggemarnya, tetapi dari sudut pandang profesional, langkah ini menunjukkan kedewasaan dan visi jangka panjang — karena kadang, menjadi “keras pada diri sendiri” bukan berarti terus bertarung, melainkan tahu kapan harus berhenti dan memberi waktu bagi tubuh untuk pulih.

Bagi para penggemarnya, meski tak ada lagi pertandingan yang bisa dinantikan tahun ini, tetaplah mengikuti perkembangan peringkat WTA dan kabar pemulihan Zheng. Sebab saat ia kembali ke lapangan nanti, tujuannya bukan sekadar bermain — tapi untuk merebut kembali tempatnya di antara para petenis terbaik dunia.

接著讀

Beredar Kabar: Bruno Fernandes Sepakat Gabung Al Hilal! Jika Ingin Pergi, Man United Siap Melepasnya – Hitung Mundur Transfer Dimulai

Menurut berbagai sumber terpercaya, gelandang andalan Manchester United, Bruno Fernandes, dikabarkan telah mencapai kesepakatan dasar untuk bergabung dengan raksasa Arab Saudi, Al Hilal. Meski belum ada tawaran resmi, pihak Manchester United sudah menyatakan bahwa mereka tidak akan menghalangi kepergian sang pemain jika ia memutuskan untuk hengkang. Bruno pun telah mulai berdiskusi dengan keluarganya mengenai masa depan, dan keputusan final diharapkan keluar dalam 4 hari mendatang.

465 天前