2026年9月12日

Stok sudah habis, tarif mulai “merembes” ke harga-harga di AS

(Seattle/Davos, 21 Januari) Kenaikan tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump ...

(Seattle/Davos, 21 Januari) Kenaikan tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump mendorong biaya impor meningkat. CEO Amazon, Andy Jassy, mengatakan dampaknya kini mulai terlihat pada harga sebagian produk. Banyak pedagang sebelumnya menimbun stok sebelum tarif tinggi berlaku agar dapat mempertahankan harga rendah, namun persediaan berbiaya lebih murah itu sebagian besar sudah habis pada musim gugur tahun lalu. Akibatnya, biaya yang lebih tinggi karena tarif perlahan mulai “merembes” ke harga jual.

Menghadapi kenaikan tarif, pelaku ritel berupaya mencari cara untuk meredam tekanan biaya tambahan. Dalam wawancara di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Jassy menjelaskan bahwa Amazon dan banyak penjual pihak ketiga memang sempat melakukan penimbunan stok sebelum tarif berlaku. Namun, karena mayoritas stok tersebut sudah terjual, konsumen kemungkinan akan semakin merasakan dampak tarif terhadap harga barang.

Kenaikan harga sulit dihindari?
Jassy mengatakan respons penjual beragam: sebagian memilih meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen melalui kenaikan harga, sebagian lain menanggung biaya sendiri untuk menjaga permintaan, sementara lainnya mengambil posisi di tengah. Menurutnya, dampak ini kini makin terlihat secara bertahap.

Pernyataan terbaru Jassy juga berbeda dibanding tahun lalu. Beberapa bulan setelah pengumuman kenaikan tarif menyeluruh, ia sempat menyebut Amazon belum melihat kenaikan harga yang signifikan. Namun pada April tahun lalu, ia juga pernah memperkirakan bahwa sebagian penjual—karena ruang margin terbatas—bisa terpaksa mengalihkan beban tarif kepada konsumen.

Sebuah asosiasi perdagangan ritel besar pada Agustus lalu turut memperingatkan bahwa perang dagang dapat mengganggu rencana pemesanan stok untuk musim semi, yang berpotensi memicu kenaikan harga, berkurangnya barang di rak, bahkan risiko terhadap lapangan kerja.

Pola belanja diperkirakan berubah
Jassy menegaskan Amazon berupaya menekan harga semaksimal mungkin, tetapi dalam beberapa kasus kenaikan harga mungkin sulit dihindari. Ia menambahkan, margin laba di ritel umumnya hanya satu digit; ketika biaya naik 10%, perusahaan akan kesulitan menyerapnya sepenuhnya.

Ia juga menilai konsumen masih cukup tangguh—tetap berbelanja meski biaya dan harga meningkat. Namun, Amazon melihat adanya perubahan perilaku: sebagian konsumen beralih ke produk yang lebih murah dan lebih aktif mencari diskon, sementara sebagian lainnya menunda pembelian barang mahal yang tidak terlalu mendesak.

接著讀