2026年9月10日

Laga Pramusim Menegangkan: Wembanyama Cetak 22+7 Saat Spurs Tumbangkan Jazz di Overtime — Garcia Kuasai Babak Tambahan dengan 20 Poin

Pada 11 Oktober waktu Beijing, laga pramusim NBA mempertemukan San Antonio Spurs melawan Utah Jazz d...

Pada 11 Oktober waktu Beijing, laga pramusim NBA mempertemukan San Antonio Spurs melawan Utah Jazz dalam pertandingan yang penuh tensi dan drama. Kedua tim sama-sama kehilangan pemain kunci — Fox absen di kubu Spurs, sementara Markkanen tidak tampil untuk Jazz. Meski begitu, sorotan utama tertuju pada Victor Wembanyama yang tampil luar biasa dengan mencetak 22 poin, 7 rebound, dan 3 assist hanya dalam waktu kurang dari 16 menit, membawa Spurs unggul sejauh 17 poin di babak pertama sebelum akhirnya duduk di bangku cadangan lebih awal.

Namun, Jazz menunjukkan mental baja di babak kedua dengan permainan tim yang solid, perlahan memangkas selisih poin dan bahkan sempat unggul tujuh angka di kuarter keempat. Pertarungan memanas hingga detik-detik akhir — George menembak tiga angka krusial untuk menyamakan kedudukan, sementara tembakan buzzer-beater Garcia gagal masuk. Memasuki babak overtime, Garcia tampil luar biasa dengan mencetak poin beruntun dan memimpin Spurs untuk menekan Jazz hingga akhirnya mengunci kemenangan dramatis 134–130. Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Spurs di laga pramusim.

Statistik Pertandingan
Spurs: Wembanyama 22 poin, 7 rebound, 3 assist; Keldon Johnson 11 poin, 5 rebound; Champagnie 10 poin; Vassell 18 poin; Umude 13 poin; Garcia 20 poin.
Jazz: Hendricks 15 poin, 5 rebound; Nurkic 12 poin; Bailey 20 poin, 7 rebound; George 12 poin, 9 rebound, 8 assist; Clayton 20 poin; Sensabaugh 26 poin; Cody Williams 12 poin.

Jalannya Pertandingan
Jazz datang dari kekalahan 127–140 atas Houston Rockets, sementara Spurs sebelumnya sukses menumbangkan Guangzhou dan Miami dalam dua laga terakhir. Tanpa Fox dan Sochan, Spurs mengandalkan kebangkitan rookie Harper yang akhirnya tampil perdana, sedangkan Jazz tampil tanpa bintang utama mereka, Lauri Markkanen.

Spurs memulai pertandingan dengan baik dan unggul 8–5, namun Jazz membalas dengan laju cepat untuk berbalik memimpin. Kedua tim terus saling bertukar keunggulan dalam pertarungan ketat sepanjang kuarter pertama, yang berakhir dengan Spurs unggul tipis 34–30. Di periode ini, Wembanyama mencetak 10 poin, 3 rebound, dan 2 assist, sedangkan Sensabaugh menjadi motor serangan Jazz dengan 11 poin.

Memasuki kuarter kedua, Spurs semakin panas dan kembali mencetak lebih dari 30 poin dalam satu kuarter. Wembanyama menunjukkan dominasi luar biasa dengan 12 poin dan 4 rebound hanya di kuarter ini — termasuk 10 poin beruntun dalam tiga menit — yang membuat Spurs menutup babak pertama dengan keunggulan 72–55. Pada paruh pertama, Wembanyama tampil efisien dengan akurasi 10 tembakan 6 masuk, 9 dari 10 tembakan bebas, mencatatkan 22 poin, 7 rebound, dan 3 assist.

Namun, setelah jeda, Wembanyama tidak dimainkan lagi dan serangan Spurs mulai melambat. Jazz memanfaatkan situasi tersebut untuk bangkit, mencetak 35 poin di kuarter ketiga dan memperkecil jarak menjadi hanya lima poin (95–90). Hingga akhir kuarter ketiga, Sensabaugh memimpin Jazz dengan 24 poin, sementara Vassell mencetak 18 poin bagi Spurs.

Kuarter keempat menjadi panggung kebangkitan Jazz yang menekan dengan run 20–8, berbalik unggul 110–103. Tapi Spurs tidak menyerah. Bryant dan Umude mencetak tiga angka penting untuk memperkecil selisih, lalu Garcia dengan dua lemparan bebas dan satu dunk spektakuler menyamakan skor menjadi 113–113. Pertandingan semakin menegangkan, kedua tim silih berganti unggul hingga George memasukkan tripoin penyeimbang yang memaksa laga dilanjutkan ke overtime dengan skor 122–122.

Di babak tambahan waktu, Spurs tampil lebih solid. Umude mencetak poin pertama, Bryant melakukan blok krusial, dan Garcia menjadi bintang utama dengan serangkaian drive agresif, sebuah dunk and-one, serta ketenangan di garis bebas. Jazz mencoba mengejar melalui Sensabaugh dan Bailey, tapi Spurs berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Spurs akhirnya menang 134–130 setelah pertarungan sengit selama lima kuarter, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di pramusim menjadi tiga pertandingan. Laga ini sekali lagi membuktikan kecemerlangan Wembanyama, kepemimpinan Garcia di momen krusial, dan meningkatnya kepercayaan diri Spurs menjelang musim baru NBA.

接著讀