2026年9月10日

Akankah Yang Hanshen Melampaui Coward di Masa Depan? Reporter Bahas Bintang Muda China — Terlalu Dini untuk Menilai Siapa Pemenang dalam Pertukaran Ini

Pada 26 Oktober waktu Beijing, performa luar biasa dari rookie Memphis Grizzlies, Coward, kembali me...

Pada 26 Oktober waktu Beijing, performa luar biasa dari rookie Memphis Grizzlies, Coward, kembali memanaskan perbincangan di Portland soal Yang Hanshen — pemain muda asal Tiongkok yang menjadi bagian dari pertukaran draft dengan Grizzlies. Bagaimanapun, Coward adalah aset utama yang dilepas oleh Trail Blazers demi mendapatkan Hanshen. Reporter tim, Reese Kunz, pun memberikan pandangannya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Portland Trail Blazers bisa dibilang menjadi salah satu tim paling mengejutkan di NBA. Semuanya bermula dari keputusan berani mereka pada NBA Draft 2025, ketika memilih Yang Hanshen di urutan ke-16, meski banyak prediksi menempatkannya di babak kedua. Sebelumnya, Portland menukar hak draft dengan Memphis — memberi Grizzlies pick ke-11 (yang menjadi Coward) dan menerima pick ke-16, satu first-round pick di masa depan, serta dua second-round pick.

Awal musim ini, performa Coward seolah membuktikan keputusan Memphis tepat. Dalam laga terbaru, ia mencetak 27 poin tertinggi dalam pertandingan, ditambah 6 rebound dan 4 assist. Lebih impresif lagi, ia mencatatkan akurasi 9 dari 13 tembakan dan 6 dari 6 lemparan tiga angka — sempurna dari jarak jauh.

Namun, bukan berarti Trail Blazers harus menyesali keputusan mereka sekarang. Terlalu dini untuk menentukan siapa pemenang dan siapa pecundang dalam pertukaran ini. Meski begitu, performa eksplosif Coward jelas membuat manajemen Blazers mulai kembali menilai apakah keputusan mereka di malam draft memang langkah yang tepat.

Perjalanan karier Coward dan Hanshen sangat berbeda, sehingga sulit untuk dibandingkan secara langsung. Coward, 22 tahun, telah melalui empat musim penuh di level universitas, membawa kematangan dan pengalaman yang stabil. Sebaliknya, Hanshen yang baru berusia 20 tahun masih beradaptasi dengan kehidupan di Amerika — bahkan baru saja lulus ujian mengemudi — dan tentu saja masih menyesuaikan diri dengan ritme dan fisik permainan NBA.

Selama offseason, manajemen Blazers menegaskan bahwa mereka tidak menganggap Hanshen sebagai “proyek jangka panjang”, melainkan pemain yang bisa segera memberi kontribusi nyata. Meski begitu, semua orang sadar bahwa ini adalah investasi jangka panjang. Dengan keunggulan tinggi badan, kemampuan passing, serta pemahaman permainan yang matang, Hanshen sudah memperlihatkan potensi untuk bertahan di level NBA. Tapi sejauh ini, bahkan saat Robert Williams absen, ia hanya mendapat rata-rata 6,5 menit bermain per laga, mencetak 2 poin, 1 rebound, dan 1 blok.

Langkah berisiko seperti ini tidak sepenuhnya salah. Blazers memang perlu mengambil taruhan besar lewat draft untuk menemukan sosok bintang masa depan yang bisa menjadi fondasi tim. Namun, tetap saja, ini adalah sebuah perjudian.

Sampai saat ini, belum ada yang bisa memprediksi dengan pasti masa depan Hanshen. Akankah ia berkembang menjadi “unicorn” baru — pemain bertubuh besar dengan kemampuan teknis langka yang bisa mengubah cara permainan basket modern dimainkan? Ataukah ia justru kesulitan beradaptasi setelah beralih dari CBA ke tempo cepat NBA?

Kemungkinan besar, masa depannya akan berada di antara dua ekstrem tersebut. Yang pasti, hanya waktu yang bisa menjawab. Sementara itu, Coward sudah menunjukkan potensi sebagai “aset tanpa risiko” sejak awal kariernya.

Bagi tim seperti Blazers yang sangat membutuhkan peningkatan kemampuan menembak, wajar bila kini muncul pertanyaan: apakah keputusan mereka dulu benar? Apakah Hanshen akan menjadi investasi besar yang berbuah manis, atau seharusnya mereka tetap bersama Coward yang lebih stabil? Jawabannya hanya bisa diberikan oleh waktu.

Meski begitu, media lokal Blazers Lead tetap optimistis dan menulis, “Saya lebih percaya pada Hanshen daripada Coward.”

Bagaimana menurutmu? Apakah taruhan besar Portland ini akan berbuah kemenangan, atau justru membuat Memphis tertawa terakhir?

接著讀