2026年9月10日

18 Tahun Berlalu — “Dewi Cinta Pertama” Gwei Lun-Mei Tampil Sangat Kurus dan Tampak Tua di Usia 41, Apa yang Terjadi Padanya?

Di usia 23 tahun, Gwei Lun-Mei memiliki wajah polos dan menawan yang bahkan membuat Jay Chou tak mam...

Di usia 23 tahun, Gwei Lun-Mei memiliki wajah polos dan menawan yang bahkan membuat Jay Chou tak mampu menahan pesonanya — wajah “cinta pertama” yang membuatnya terkenal di seluruh Asia. Namun di balik ketenarannya itu, ia justru memulai kisah cinta penuh perbedaan usia selama 14 tahun yang menantang pandangan publik. Dari asmara hingga transformasi karier, di balik tampilan manisnya, Gwei sebenarnya berjalan semakin jauh di jalur “pemberontakan”. Delapan belas tahun kemudian, sang “dewi cinta pertama” yang dulu begitu dipuja, kini membuat publik tercengang — tubuhnya tampak sangat kurus, wajahnya pun terlihat jauh lebih tua dari usianya.

Saat berusia 17 tahun, Gwei Lun-Mei pertama kali mencuri perhatian lewat film Blue Gate Crossing. Wajahnya yang murni dan sikapnya yang alami membuat banyak orang jatuh cinta. Ia dianggap sebagai salah satu aktris muda paling menjanjikan di Taiwan. Namun ketika banyak orang berharap ia memanfaatkan popularitasnya untuk memperbanyak karya, ia justru memilih langkah yang tak terduga — meninggalkan dunia hiburan untuk kuliah di Prancis. Keputusan itu sempat dianggap nekat, tapi bagi Gwei, belajar di luar negeri adalah cara untuk memperkaya diri dan memperluas pandangan hidup. Dan ternyata, keputusan itu sama sekali tidak menghambat kariernya.

Setelah kembali, Gwei langsung menjadi “gadis Jay Chou” pertama lewat film Secret. Tatapan matanya yang jernih dan senyumnya yang lembut membuat Jay Chou seolah menemukan kembali perasaan cinta pertamanya. Adegan mereka berdua — berteduh bersama di bawah hujan, berboncengan sepeda menuju sekolah — menjadi ikon kisah cinta remaja. Potongan rambut pendek dan gaya minimalis Gwei menjadikannya standar baru bagi sosok “gadis kampus impian”. Ia bahkan secara terbuka mengaku mengagumi Jay, membuat penggemar semakin gemas dan terbawa suasana romantis. Jay sendiri sempat bercanda di depan publik bahwa ia “bersedia berkencan dengannya”. Dari film hingga dunia nyata, pesona “cinta pertama” itu benar-benar melekat padanya.

Selain rumor dengan Jay Chou, kehidupan pribadi Gwei nyaris tak pernah terekspos — sampai akhirnya ia secara terbuka memeluk sang kekasih, sutradara Leon Dai, di sebuah ajang penghargaan. Leon, yang sudah berkecimpung di dunia film hampir satu dekade, memenangkan Golden Horse Awards lewat film No Puedo Vivir Sin Ti hasil garapan dan naskahnya sendiri. Pada saat itu, Gwei telah menjalin hubungan dengannya selama lima tahun secara diam-diam. Pelukannya di atas panggung seolah menjadi pengumuman resmi cinta mereka. Namun hubungan dengan perbedaan usia 18 tahun itu langsung memicu perdebatan panas di kalangan publik. Gwei yang baru berusia 21 tahun kala itu, jatuh cinta pada pria 39 tahun — sesuatu yang dianggap tak lazim.

Awalnya mereka menolak mengakui hubungan tersebut meski sering tertangkap kamera sedang makan bersama. Baru setelah Gwei melejit lewat Secret dan Leon kembali berjaya di industri film, keduanya berani mengumumkan hubungan mereka secara terbuka. Leon sering memuji Gwei di depan publik, menyebutnya sebagai sumber inspirasinya. Namun di balik itu, kabarnya keluarga Gwei menentang hubungan mereka karena perbedaan usia dan latar belakang sosial yang terlalu jauh. Leon tak pernah membantah hal itu, tapi dari pernyataannya, tersirat ada rasa kecewa. Sementara Gwei sendiri memilih diam setiap kali ditanya soal kisah cintanya. Hingga tujuh tahun lalu, publik dikejutkan oleh kabar bahwa Gwei telah pindah dari rumah Leon — tanda bahwa hubungan panjang itu telah berakhir diam-diam. Banyak yang menduga, hubungan mereka kandas karena jarak dan waktu. Leon dikenal gemar berpetualang dan sulit menetap, sementara kariernya pun stagnan setelah puncak suksesnya. Akhirnya, cinta mereka yang pernah begitu kuat harus berakhir dengan tenang dan tanpa kata perpisahan.

Dijuluki “dewi cinta pertama” membawa berkah sekaligus beban bagi Gwei. Di satu sisi, label itu melambangkan kemurnian dan romansa yang indah. Namun di sisi lain, ia terjebak dalam citra yang membuatnya sulit berkembang. Karena itu, Gwei mulai memberontak terhadap ekspektasi publik. Saat orang menunggu peran “cinta pertama” berikutnya, ia justru memilih karakter yang liar, keras kepala, dan emosional. Gaya barunya mengejutkan banyak orang dan menuai kritik, tapi Gwei tetap teguh dengan pilihannya. Ia ingin lepas dari citra manis dan membuktikan jati dirinya sebagai aktris sejati.

Usahanya membuahkan hasil ketika ia bertemu sutradara Diao Yinan dan membintangi Black Coal, Thin Ice, film noir yang memenangkan penghargaan besar dan membawa kariernya ke arah baru. Sejak itu, Gwei dikenal sebagai aktris yang berani bereksperimen dan tidak takut menantang batas. Namun ia bukan tipe artis yang muncul sering; setiap proyek dipilih dengan sangat hati-hati. Karena itu, kemunculannya di Paris Fashion Week baru-baru ini begitu mengejutkan publik — bukan karena karyanya, melainkan karena penampilannya yang berubah drastis.

Ia tampil dengan kemeja motif bunga dan celana panjang hitam, bergaya kasual namun justru terlihat seperti wanita lanjut usia. Rambut hitam pendek bergelombang dan tubuh yang sangat kurus membuatnya tampak jauh lebih tua dari 41 tahun. Banyak yang merasa tak lagi melihat bayangan “cinta pertama” yang dulu begitu dicintai. Namun Gwei menanggapinya dengan tenang. Ia pernah berkata, “Menjadi tua adalah hal alami. Tak perlu memaksa diri untuk selalu tampak muda.” Di dunia hiburan yang terobsesi pada keabadian kecantikan, sikap Gwei yang menerima penuaan dengan elegan justru menjadi bentuk kekuatan baru — dan mungkin, peran paling berani dalam hidupnya.

接著讀

Emosional! Enzo Fernández Juara 6 Final Internasional, Jadi Pemain Pertama yang Raih Piala Dunia & Piala Dunia Antarklub Format Baru

Pada 14 Juli waktu Beijing, Chelsea menaklukkan Paris Saint-Germain dengan skor meyakinkan 3-0 dalam final perdana FIFA Club World Cup edisi baru. Gelandang Chelsea, Enzo Fernández, tak kuasa menahan tangis setelah pertandingan. Di usia 24 tahun, bintang Argentina ini bukan hanya membawa timnya meraih trofi, tapi juga mencetak rekor sempurna: menang di semua 6 final internasional yang diikutinya. Ia kini menjadi pemain pertama yang memenangkan Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub format baru—sebuah pencapaian luar biasa yang menjadikannya juara sejati di usia muda.

423 天前