2026年9月10日

11-1! Chen Meng Comeback with Two Consecutive Wins, Sweeps Wang Manyu’s Sparring Partner — Tak Terlihat Seperti Sudah Absen Sembilan Bulan

Belakangan ini, nama Chen Meng kembali mencuri perhatian publik setelah muncul dalam daftar artis di...

Belakangan ini, nama Chen Meng kembali mencuri perhatian publik setelah muncul dalam daftar artis di bawah naungan Huang Xiaoming. Ditambah lagi dengan langkahnya memasuki dunia live commerce dan promosi produk, banyak yang beranggapan bahwa pengumuman pensiunnya hanya tinggal menunggu waktu. Namun ketika semua orang mulai kehilangan harapan, sang juara Olimpiade justru kembali mengejutkan dunia.

Pada 24 Oktober, Chen Meng tampil di ajang Persahabatan Tiongkok–Thailand yang digelar di Universitas Shandong. Dalam laga comeback-nya, ia menang telak 3-0 (11-6, 11-4, 11-6) atas pemain Thailand, Phakranan. Kemenangan tanpa kehilangan satu game pun di pertandingan pertama setelah absen panjang menunjukkan betapa solid dan lancarnya ritme permainannya. Jelas bahwa selama masa latihan, Chen Meng tidak pernah bermalas-malasan — bahkan tampak berlatih dengan semangat luar biasa.

Pada sore hari, ia kembali turun di laga tunggal internal tim melawan Xu Yi dan berhasil menang 3-1 setelah sempat kalah di set pertama (10-12, 11-7, 11-4, 11-1). Patut diketahui, Xu Yi merupakan sparring partner Wang Manyu di tim nasional. Namun pada set terakhir, Chen Meng hanya membiarkan lawannya meraih satu poin — performa yang sama sekali tidak mencerminkan pemain yang sudah sembilan bulan tidak berlatih secara sistematis.

Sejak berakhirnya Olimpiade Paris tahun lalu, Chen Meng memang sempat menjauh dari tim nasional dan bersama Fan Zhendong memutuskan keluar dari peringkat dunia. Langkah itu dianggap sebagai bentuk protes diam terhadap “aturan sepihak” WTT dan justru menuai pujian dari banyak asosiasi luar negeri. Namun, mengingat gaya manajemen ketat tim nasional Tiongkok, keputusan drastis tersebut jelas mencerminkan konflik yang lebih dalam. Selama setahun terakhir, Chen Meng juga beberapa kali mengungkapkan tekanan mental akibat serangan dari penggemar ekstrem. Meski demikian, keberhasilannya mengalahkan Sun Yingsha di Olimpiade Paris menjadi jawaban paling kuat — bukti bahwa ia memang pantas memegang tiket tunggal Olimpiade.

Dalam skuad putri, trio Chen Meng, Sun Yingsha, dan Wang Manyu sering dibandingkan dengan era legendaris “Dua Wang Satu Ma” di tim putra. Ketiganya merupakan generasi emas yang bersaing ketat, namun hingga kini belum ada yang mencapai gelar Grand Slam. Sun Yingsha dan Wang Manyu masih muda dan berada di puncak karier, menjadi tumpuan utama tim nasional dengan peluang besar meraih pencapaian tertinggi. Bagi Chen Meng, situasinya berbeda — usia dan cedera yang menumpuk membuat semangat juangnya perlahan menurun. Kemenangan besar di Paris sudah melebihi ekspektasi banyak orang, dan kemungkinan untuk kembali penuh ke tim nasional setelah Pekan Olahraga Nasional terasa semakin kecil.

Karena itu, ajang Pekan Olahraga Nasional mendatang tampaknya akan menjadi misi terakhir Chen Meng. Ia belum pernah meraih gelar tunggal putri di turnamen ini, sehingga kali ini ia pasti akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menutup kariernya tanpa penyesalan. Sun Yingsha dan Wang Manyu jelas tidak bisa memandang remeh dirinya — pengalaman, ketenangan, dan kecerdasan taktik Chen Meng masih menjadi senjata mematikan di panggung besar. Jika ketiganya kembali bertemu, hasilnya tetap sulit diprediksi.

Apakah Chen Meng akan meraih gelar tunggal putri impiannya di Pekan Olahraga Nasional, atau justru menghadapi kejutan tak terduga? Jawabannya akan segera terungkap — dan sekali lagi, sorotan dunia kembali tertuju pada Chen Meng, sang juara yang tak pernah benar-benar pergi.

接著讀