China Resmi Jadi Negara Pertama dengan Lebih dari 5 Juta Paten Invensi Aktif
IT Home melaporkan pada 29 November bahwa pada tanggal 28 November, Administrasi Kekayaan Intelektua...
IT Home melaporkan pada 29 November bahwa pada tanggal 28 November, Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok mengadakan konferensi pers bulanan, memaparkan kemajuan terbaru serta langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual di negara tersebut.
Menurut penyampaian resmi, Tiongkok kini telah menjadi negara pertama di dunia yang memiliki lebih dari 5 juta paten invensi aktif domestik, sementara jumlah pengajuan paten internasional PCT telah menempati peringkat pertama secara global selama enam tahun berturut-turut. Industri yang berfokus pada paten menyumbang nilai tambah sebesar 16,87 triliun yuan atau 13,04% dari total GDP. Dalam daftar 5.000 merek terbesar dunia, nilai merek Tiongkok mencapai 1,81 triliun USD, menduduki posisi kedua global. Selain itu, produk dengan indikasi geografis menghasilkan nilai ekonomi langsung hampir 970 miliar yuan, menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Dalam laporan Global Innovation Index 2025 yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), peringkat Tiongkok naik ke posisi ke-10, pertama kalinya negara ini masuk dalam jajaran sepuluh besar dunia. Tiongkok juga memimpin jumlah kluster inovasi terbaik global, dengan total 24 kluster, mempertahankan posisi pertama selama tiga tahun berturut-turut. Secara khusus, kluster “Shenzhen–Hong Kong–Guangzhou” berhasil menempati posisi nomor satu dunia untuk pertama kalinya.
Tiongkok juga berhasil mempercepat proses peninjauan paten, dengan waktu pemeriksaan rata-rata untuk paten invensi kini hanya 15 bulan, dan proses registrasi merek dagang rata-rata 4 bulan—keduanya termasuk yang tercepat di dunia dalam sistem sejenis. Saat ini terdapat 129 pusat perlindungan kekayaan intelektual dan pusat penegakan cepat yang dibangun secara nasional. Tingkat kepuasan publik terhadap perlindungan kekayaan intelektual meningkat dari 80,05 poin pada tahun 2020 menjadi 82,36 poin pada tahun 2024.
Selain itu, Tiongkok secara mendalam mendorong implementasi program komersialisasi paten, berhasil membawa banyak paten masuk ke tahap industrialisasi nyata. Tingkat industrialisasi paten invensi perusahaan meningkat dari 44,9% pada tahun 2020 menjadi 53,3% pada tahun 2024. Peluncuran platform layanan publik kekayaan intelektual nasional telah memungkinkan pengurusan berbagai layanan dalam satu sistem digital terpadu. Jumlah lembaga layanan publik kekayaan intelektual tingkat nasional juga telah mencapai 483, mencakup seluruh provinsi. Selain itu, Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional bekerja sama dengan Universitas Tsinghua dan Universitas Peking untuk bersama-sama membangun akademi internasional kekayaan intelektual, sekaligus mempercepat pembinaan talenta tingkat tinggi di bidang kekayaan intelektual internasional.
Tesla Meledak Saat Mengisi Daya! Pengemudi Terlempar — Hasil Investigasi: Penyebabnya Adaptor Pihak Ketiga
23 Oktober — Sebuah insiden ledakan mobil listrik Tesla di Kanada akhirnya menemukan penyebab utaman...
23 Gol dalam 15 Laga — Penantang Sejati Mbappé untuk Ballon d’Or Bukan Haaland, tapi Kane
23 Gol dalam 15 Laga — Penantang Sejati Mbappé untuk Ballon d’Or Bukan Haaland, tapi Kane Dengan sem...
“Jatuh Seperti Burung Phoenix Menjadi Ayam?” Di usia 52 tahun, Ada Choi dikabarkan bekerja keras hingga tampak kurus, namun tetap diejek oleh Wong Jing karena dianggap “kurang ambisius.”
Belakangan ini, dua selebritas menjadi sorotan karena perubahan drastis pada wajah mereka—Chen Xiao ...
Kenaikan biaya kuliah dan pemotongan anggaran tetap tak membantu — hampir setengah universitas di Inggris terancam mengalami defisit.
(London) Meskipun biaya kuliah di Inggris terus naik dan universitas berusaha mengurangi pengeluaran...
Rumor Perceraian Beredar Bertahun-tahun—Sebenarnya Mereka Sudah Cerai atau Belum?
Status pernikahan Vincent Wong (Wang Ho-yin) dan Yoyo Chen (Chen Tsz-yiu) terus menjadi perbincangan...
Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO
Pada 22 Januari 2026, Amerika Serikat secara resmi memberitahukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengena...
Bukan untuk Semua! Bos Perusahaan Asal Chongqing Berjanji Hadiahkan Mobil Jika Dua Pemain Chongqing Cetak Gol di Final
Malam ini, partai final Piala Asia U23 akan digelar dengan mempertemukan timnas China melawan Jepang...
Liga Champions Seperti Ini, Siapa yang Tak Jatuh Cinta? Tipis Antara Hidup dan Mati, Mourinho Kembali Jadi Legenda
Bahagia dan kecewa hanya terpaut satu momen.Hidup dan gugur ditentukan dalam hitungan menit.Inilah L...
Xiaomi Ungkap 6 Mobil Baru, Target Penjualan 550.000 Unit di 2026
Target Penjualan: Pada 2025, Xiaomi mengirimkan 411.837 unit, naik 200,9% YoY, masuk TOP10 industri ...
Raja Acar Sichuan Siap Dijual: Pergantian Kepemilikan Besar di Depan Mata
Saus daging sapi beraroma rempah, kacang panjang renyah, inti sawi asin yang gurih—dengan cita rasa ...
Quan Hongchan mengungkapkan bahwa dirinya sempat terbebani masalah berat badan, bahkan setelah Olimpiade Paris ia pernah berpikir untuk pensiun, kisahnya pun mengundang perhatian dan simpati publik.
(Beijing, 31 Maret) Atlet loncat indah Tiongkok sekaligus peraih medali emas Olimpiade, Quan Hongcha...