2026年9月10日

Quan Hongchan mengungkapkan bahwa dirinya sempat terbebani masalah berat badan, bahkan setelah Olimpiade Paris ia pernah berpikir untuk pensiun, kisahnya pun mengundang perhatian dan simpati publik.

(Beijing, 31 Maret) Atlet loncat indah Tiongkok sekaligus peraih medali emas Olimpiade, Quan Hongcha...

(Beijing, 31 Maret) Atlet loncat indah Tiongkok sekaligus peraih medali emas Olimpiade, Quan Hongchan, baru-baru ini untuk pertama kalinya membahas isu berat badannya dalam sebuah wawancara. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengalami menstruasi pertama tidak lama setelah Olimpiade Paris, yang menyebabkan perubahan fisik signifikan hingga berat badan mudah naik. Bahkan, ia sempat terpikir untuk pensiun, namun akhirnya memilih untuk tetap bertahan.

Dikenal dengan teknik “tanpa percikan air,” Quan meraih ketenaran dunia sejak usia muda. Namun di balik kesuksesan tersebut, ia juga menghadapi sorotan publik yang intens, mulai dari kehidupan pribadi hingga kondisi tubuhnya. Setelah Olimpiade Paris, isu “kenaikan berat badan” menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam wawancara dengan majalah Renwu, Quan mengakui bahwa sepanjang tahun 2025, masalah berat badan menjadi tantangan terbesarnya. Ia berkata bahwa setelah Olimpiade, tubuhnya mengalami perubahan besar, “sedikit makan saja berat badan langsung naik.” Kondisi ini membuatnya sulit beradaptasi dan sempat ingin meninggalkan dunia olahraga.

Untuk mengontrol berat badan, ia bahkan hanya makan sekali sehari dan sering merasa sangat lapar. Namun, usahanya tetap tidak memberikan hasil signifikan—bahkan ia merasa minum air saja bisa membuat berat badannya naik. Saat menceritakan pengalaman tersebut, ia tidak mampu menahan emosi, menunjukkan tekanan mental yang besar.

Komentar negatif dari publik juga semakin memperburuk keadaannya. Ia mengaku tidak berani memakai pakaian yang disukainya seperti gaun atau celana pendek, serta menghindari timbangan, kamera, bahkan cermin. Gerakan yang dulu ia lakukan tanpa rasa takut kini mulai menimbulkan ketakutan secara psikologis saat latihan.

Mengenai masa depan, Quan mengatakan bahwa saat ini ia ingin fokus untuk beristirahat dan menyesuaikan kondisi dirinya sebelum menentukan langkah selanjutnya. Ia juga menyebut, “Semakin terkenal, semakin banyak kontroversi,” menggambarkan bagaimana kehidupannya terus menjadi sorotan sejak meraih emas di Olimpiade Tokyo.

Meski memahami perhatian publik, ia dengan tegas meminta agar kritik tidak menyasar orang-orang terdekatnya: “Saya harap orang-orang berhenti menghina saya, dan jangan menyerang keluarga serta teman-teman saya.” Ucapan tersebut mencerminkan sisi manusiawi di balik ketenarannya.

接著讀

Indonesia Teken Kontrak $10 Miliar untuk 48 Jet Siluman KAAN dari Turki, J-10C Tiongkok Tersingkir

Pada 11 Juni di Pameran Pertahanan Internasional Jakarta, Indonesia secara resmi menandatangani perjanjian dengan Turki untuk membeli 48 jet tempur siluman generasi kelima KAAN. Kontrak senilai $10 miliar ini merupakan ekspor internasional pertama untuk KAAN dan menjadi kesepakatan pertahanan terbesar dalam sejarah Turki. Ini juga menandai tersingkirnya jet J-10C buatan Tiongkok dari pertimbangan.

455 天前