Seribu Lebih Pegawai Amazon Kompak Menentang Akselerasi Teknologi AI
Lebih dari 1.000 karyawan Amazon dilaporkan bersatu menerbitkan surat terbuka anonim yang mengkritis...
Lebih dari 1.000 karyawan Amazon dilaporkan bersatu menerbitkan surat terbuka anonim yang mengkritisi keras strategi perusahaan dalam mempercepat penerapan AI. Surat tersebut digagas oleh anggota kelompok “Amazon Employees for Climate Justice,” dengan penandatangan berasal dari berbagai posisi — mulai dari insinyur, manajer produk, hingga pekerja gudang. Tak hanya itu, lebih dari 2.400 karyawan dari Meta, Google, Apple, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya juga ikut menyatakan dukungan solidaritas.
Dalam surat tersebut, para karyawan menyampaikan beberapa tuntutan penting: pusat data harus sepenuhnya beralih pada energi bersih; produk AI tidak boleh digunakan untuk tujuan kekerasan, pemantauan, atau pengusiran massal; perlu dibentuk kelompok kerja yang dipimpin karyawan untuk mengevaluasi penggunaan AI dalam berbagai unit bisnis, termasuk pertimbangan apakah AI boleh diterapkan untuk penghentian perekrutan atau pemangkasan tenaga kerja; dan yang tak kalah penting, bagaimana mengurangi dampak lingkungan akibat ekspansi AI.
Sejumlah karyawan menyatakan bahwa penggunaan AI dalam pekerjaan justru sering kali menghadirkan kerumitan baru alih-alih meningkatkan efisiensi. Mereka juga khawatir ekspansi masif pusat data akan menambah tekanan terhadap lingkungan. Seorang insinyur senior yang bekerja lebih dari sepuluh tahun di Amazon mengungkapkan bahwa manajemen memanfaatkan alasan peningkatan produktivitas berbasis AI untuk menaikkan target output dan kecepatan proyek, sehingga ritme kerja menjadi semakin berat.
Surat itu juga menuduh Amazon mulai mengabaikan komitmen iklimnya. Perusahaan berencana menginvestasikan 150 miliar dolar AS dalam 15 tahun ke depan untuk membangun pusat data baru sebagai penopang kapasitas komputasi AI — fasilitas yang membutuhkan konsumsi energi sangat besar. Sejak 2019, emisi Amazon meningkat sekitar 35%. Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Amazon, Brad Glasser, menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Amazon adalah pembeli energi terbarukan terbesar di dunia serta telah berinvestasi pada teknologi nuklir dan SMR untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2040.
Di lingkungan kerja sehari-hari, karyawan merasakan tekanan dari manajemen untuk menggunakan AI dalam menulis kode, membuat konten, atau menyelesaikan tugas rutin. Mereka yang tidak menggunakannya dianggap tidak kompetitif. Beberapa tim bahkan diminta menggandakan produktivitas meski jumlah anggota berkurang, dan faktanya, AI tidak sepenuhnya mampu menggantikan tenaga manusia. Sejumlah karyawan juga mengaku harus memperbaiki ulang hasil pekerjaan akibat kesalahan yang dihasilkan oleh AI.
Para karyawan menegaskan bahwa mereka bukan menentang AI sebagai teknologi. Yang mereka soroti adalah cara implementasi AI yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa diskusi mendalam, sehingga berpotensi meningkatkan kontrol terhadap karyawan, mempercepat ritme kerja secara tidak manusiawi, mengurangi peran tenaga manusia, serta memperberat dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Max Tech Menguji OnePlus 15: Masalah Overheating di Beban Berat
Pada 16 November, channel YouTube Max Tech merilis video yang membandingkan OnePlus 15 dengan Apple ...
Enam Aktris Cantik dalam The Great Entrepreneur: Li Chun Tercantik, Wang Zixuan Paling Murni, dan Kehadiran Aktris TVB Jadi Kejutan
Drama periode The Great Entrepreneur yang dibintangi Chen Xiao sedang menjadi sorotan besar. Selain ...
Lexus ES Kini Mulai dari 199.900 RMB: Sedan Mewah yang Pernah Sulit Didapat Kini Diskon
“Mengendarai Lexus, hidup terasa lengkap.” Pada era emas mobil berbahan bakar, Lexus ES adalah model...
Fala Chen kepergok makan di restoran Malaysia di AS; tampil tanpa riasan bikin warganet terpukau: “Nggak percaya usianya 40+”
(Los Angeles, 1 Feb) — Aktris Fala Chen (43) memulai kariernya setelah meraih posisi runner-up dalam...
Menang telak 53 poin dan puncaki peringkat No. 1 liga: Tim NBA yang dulu disebut “terburuk sepanjang sejarah” kini resmi bangkit
Pada pagi hari 3 Februari (waktu Beijing), NBA merilis edisi terbaru Power Rankings. Detroit Pistons...
Malaysia Jadi Pilihan Utama Wisatawan Singapura; Pertumbuhan Belanja Tertinggi di Dua Wilayah
(Kuala Lumpur, 6 Feb) Data yang dirilis oleh perusahaan teknologi pembayaran global Visa menunjukkan...
Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Picu Gelombang Kritik karena Nuansa “Janggal”, Sorotan Penonton Tertuju pada Gerak Bibir Penyanyi Kelas Dunia
Seorang penyanyi kelas dunia yang tampil di upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano–Cor...
Raup Untung Besar! Anak Muda Bikin 120+ Aplikasi dengan AI dalam 5 Bulan—Cukup Verifikasi dan Rilis, 90% Punya Pengguna Berbayar
Fast Technology melaporkan pada 14 Februari bahwa seorang anak muda berhasil membangun “jalur produk...
Film 10 Rooms of the Daredevils resmi menetapkan jadwal tayang, dengan Chen Sicheng sebagai penulis sekaligus sutradara, memicu perbincangan soal potensi performa box office
Pada 9 April, sutradara Chen Sicheng mengumumkan bahwa film barunya 10 Deadly Rooms akan tayang pada...
Li Qing dikabarkan menjalin hubungan asmara setelah terlihat bertemu seorang wanita larut malam, membantu mengajak anjing jalan-jalan dan mengobrol akrab
Kabar “gosip cinta” kembali ramai, kali ini melibatkan aktor pendatang baru Li Qing yang tengah naik...
Disayangkan! Zhang Ning Rata-rata 16 Poin per Laga Musim Lalu Namun Gagal Raih Sixth Man — Jia Mingru Lolos Nominasi dengan 10,7 Poin per Laga
Pada 26 April, Chinese Basketball Association mengumumkan penghargaan Sixth Man of the Year yang dir...