2026年9月12日

Seribu Lebih Pegawai Amazon Kompak Menentang Akselerasi Teknologi AI

Lebih dari 1.000 karyawan Amazon dilaporkan bersatu menerbitkan surat terbuka anonim yang mengkritis...

Lebih dari 1.000 karyawan Amazon dilaporkan bersatu menerbitkan surat terbuka anonim yang mengkritisi keras strategi perusahaan dalam mempercepat penerapan AI. Surat tersebut digagas oleh anggota kelompok “Amazon Employees for Climate Justice,” dengan penandatangan berasal dari berbagai posisi — mulai dari insinyur, manajer produk, hingga pekerja gudang. Tak hanya itu, lebih dari 2.400 karyawan dari Meta, Google, Apple, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya juga ikut menyatakan dukungan solidaritas.

Dalam surat tersebut, para karyawan menyampaikan beberapa tuntutan penting: pusat data harus sepenuhnya beralih pada energi bersih; produk AI tidak boleh digunakan untuk tujuan kekerasan, pemantauan, atau pengusiran massal; perlu dibentuk kelompok kerja yang dipimpin karyawan untuk mengevaluasi penggunaan AI dalam berbagai unit bisnis, termasuk pertimbangan apakah AI boleh diterapkan untuk penghentian perekrutan atau pemangkasan tenaga kerja; dan yang tak kalah penting, bagaimana mengurangi dampak lingkungan akibat ekspansi AI.

Sejumlah karyawan menyatakan bahwa penggunaan AI dalam pekerjaan justru sering kali menghadirkan kerumitan baru alih-alih meningkatkan efisiensi. Mereka juga khawatir ekspansi masif pusat data akan menambah tekanan terhadap lingkungan. Seorang insinyur senior yang bekerja lebih dari sepuluh tahun di Amazon mengungkapkan bahwa manajemen memanfaatkan alasan peningkatan produktivitas berbasis AI untuk menaikkan target output dan kecepatan proyek, sehingga ritme kerja menjadi semakin berat.

Surat itu juga menuduh Amazon mulai mengabaikan komitmen iklimnya. Perusahaan berencana menginvestasikan 150 miliar dolar AS dalam 15 tahun ke depan untuk membangun pusat data baru sebagai penopang kapasitas komputasi AI — fasilitas yang membutuhkan konsumsi energi sangat besar. Sejak 2019, emisi Amazon meningkat sekitar 35%. Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Amazon, Brad Glasser, menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Amazon adalah pembeli energi terbarukan terbesar di dunia serta telah berinvestasi pada teknologi nuklir dan SMR untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2040.

Di lingkungan kerja sehari-hari, karyawan merasakan tekanan dari manajemen untuk menggunakan AI dalam menulis kode, membuat konten, atau menyelesaikan tugas rutin. Mereka yang tidak menggunakannya dianggap tidak kompetitif. Beberapa tim bahkan diminta menggandakan produktivitas meski jumlah anggota berkurang, dan faktanya, AI tidak sepenuhnya mampu menggantikan tenaga manusia. Sejumlah karyawan juga mengaku harus memperbaiki ulang hasil pekerjaan akibat kesalahan yang dihasilkan oleh AI.

Para karyawan menegaskan bahwa mereka bukan menentang AI sebagai teknologi. Yang mereka soroti adalah cara implementasi AI yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa diskusi mendalam, sehingga berpotensi meningkatkan kontrol terhadap karyawan, mempercepat ritme kerja secara tidak manusiawi, mengurangi peran tenaga manusia, serta memperberat dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

接著讀