2026年9月10日

Starbucks di AS dinyatakan melanggar undang-undang ketenagakerjaan, harus membayar hampir 150 juta dolar kepada karyawan di New York City.

(New York) Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja Kota New York (DCWP) mengumumkan bahwa Starb...

(New York) Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja Kota New York (DCWP) mengumumkan bahwa Starbucks telah melanggar Fair Workweek Law lebih dari 500.000 kali sejak tahun 2021. Setelah penyelidikan yang dimulai pada 2022, Starbucks setuju untuk membayar kompensasi sebesar 35 juta dolar AS kepada para karyawan di Kota New York.

Kasus ini bermula dari puluhan laporan karyawan, yang kemudian mendorong DCWP memperluas pemeriksaan ke seluruh gerai Starbucks di kota tersebut. Hasil penyelidikan menemukan bahwa Starbucks tidak memberikan jadwal kerja yang stabil dan dapat diprediksi, serta sering mengurangi jam kerja karyawan tanpa pemberitahuan yang layak.

Komisioner DCWP, Vilda Vera Mayuga, menyatakan bahwa lebih dari 15.000 karyawan Starbucks akan menerima kompensasi mingguan sebesar 50 dolar — mencakup periode dari Juli 2021 hingga Juli 2024. Ini menjadi salah satu perjanjian perlindungan tenaga kerja terbesar dalam sejarah Kota New York.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Starbucks diwajibkan mematuhi sepenuhnya peraturan ketenagakerjaan kota, termasuk penyediaan jadwal yang tetap dan akses yang tepat terhadap lembur. Starbucks menanggapi bahwa aturan ketenagakerjaan New York “sangat kompleks” dan bisa menimbulkan tantangan operasional, namun perusahaan menegaskan dukungan terhadap regulasi tersebut serta siap bekerja sama sepenuhnya.

接著讀