Final Panas China vs Jepang di Depan Mata! Jepang Hancurkan Jerman 8–3, Cetak Rekor Sejarah Tim, Tomokazu Harimoto Tak Diturunkan
Pada 7 Desember waktu Beijing, tim Jepang tampil luar biasa di semifinal Piala Dunia Beregu Campuran...
Pada 7 Desember waktu Beijing, tim Jepang tampil luar biasa di semifinal Piala Dunia Beregu Campuran Chengdu dengan menumbangkan Jerman 8–3 dan resmi melaju ke partai final. Kemenangan ini sekaligus menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah tim Jepang di nomor beregu campuran. Laga penentuan terjadi pada partai keempat sekaligus terakhir di sektor ganda putra, saat pasangan Jerman Duda/Qiu Dang berhadapan dengan Togami Shunsuke/Shinozuka Daito. Hasilnya, duet Jepang sukses mengunci kemenangan telak 2–0 sekaligus mengakhiri pertandingan secara dramatis.
Sebelum duel ganda putra penentuan tersebut, tiga pertandingan awal berjalan dengan hasil sebagai berikut.
Pada partai pertama, pasangan Franziska/Kaufmann harus mengakui keunggulan Shinozuka Daito/Ito Mima dengan skor 0–3 (8–11, 5–11, 6–11).
Partai kedua mempertemukan Sabine Winter melawan Miwa Harimoto, di mana wakil Jepang menang tipis 2–1 (11–9, 12–10, 10–12).
Sementara di partai ketiga, Qiu Dang menyumbang satu-satunya kemenangan untuk Jerman dengan menundukkan Matsushima Terukazu 2–1 (12–10, 11–6, 8–11).
Dengan hanya Qiu Dang yang mampu membawa dua poin bagi Jerman, Jepang sudah unggul jauh dengan skor agregat 6–3. Artinya, Jepang hanya membutuhkan tambahan dua poin lagi untuk memastikan tiket ke final.
Salah satu sorotan terbesar dari laga semifinal ini adalah keputusan Jepang untuk tidak menurunkan bintang utamanya, Tomokazu Harimoto, yang baru berusia 22 tahun. Harimoto sebelumnya tampil buruk di laga penutup fase kedua, mengalami dua kekalahan beruntun di sektor tunggal dan ganda, serta kehilangan total enam poin. Ia bahkan dianggap sebagai salah satu faktor utama kegagalan Jepang saat kalah dramatis 7–8 dari Prancis. Selain itu, Harimoto juga sempat kalah 1–2 dari Qiu Dang di sektor tunggal. Karena itu, dalam laga krusial ini, Jepang memilih mempercayakan posisi tersebut kepada Togami Shunsuke, sementara Harimoto harus rela duduk di bangku cadangan.
Di gim pertama ganda putra penentuan, pasangan Togami/Shinozuka langsung unggul 2–0. Meski Duda/Qiu Dang sempat memperkecil jarak menjadi 2–3, duo Jepang tetap memegang kendali pertandingan. Mereka memperlebar keunggulan menjadi 6–4, lalu 8–5, dan setelah memimpin 9–6, Togami/Shinozuka menutup gim pertama dengan kemenangan 11–8.
Memasuki gim kedua, pertandingan sempat berjalan ketat hingga skor imbang 2–2. Namun Togami/Shinozuka kembali menunjukkan dominasi dengan melesat ke 6–3 dan kemudian 7–3. Jerman tertinggal 4–8 sebelum Jepang meraih match point pada kedudukan 10–4. Meski Jerman sempat mengambil time-out untuk menghambat momentum, usaha tersebut tak membuahkan hasil. Togami/Shinozuka akhirnya menuntaskan kemenangan dengan skor meyakinkan 11–4.
Dengan hasil ini, Jepang memastikan langkah ke final sekaligus mencatatkan rekor terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang beregu campuran. Pada 2023 mereka finis di peringkat ketiga, lalu merosot ke posisi kelima pada 2024. Kini, untuk pertama kalinya Jepang berhasil menembus setidaknya peringkat dua besar. Di sisi lain, keputusan mencadangkan Tomokazu Harimoto di semifinal menjadi salah satu momen paling dramatis dan menyakitkan dalam perjalanan turnamen ini.
Lakers Pangkas Milton & Goodwin dalam Dua Hari untuk Sediakan Ruang Gaji bagi Marcus Smart Mantan DPOY
Pada 21 Juli (waktu Beijing), Shams Charania dari ESPN melaporkan bahwa Los Angeles Lakers telah memotong kontrak Jared Milton dan Jordan Goodwin secara berurutan selama dua hari untuk mengosongkan ruang pada salary-cap demi menandatangani Marcus Smart, mantan Pemain Bertahan Terbaik NBA.
[MPV Mewah Modern] Interior Buick GL8 Avenir Diperkenalkan: Nuansa “Ungu Senja & Putih Rembulan” dengan Kulit Nappa Premium
Di tengah meningkatnya persaingan di pasar MPV premium Tiongkok, Buick kembali unjuk gigi. Hari ini, mereka secara resmi merilis gambar interior dari Buick GL8 Avenir MPV terbaru, menampilkan perpaduan estetika Timur klasik dengan teknologi masa kini. Model ini diperkirakan akan segera diluncurkan.
Produk DJI Turun Harga hingga Rp 3 Juta, Konsumen Lakukan Retur Massal
8 Oktober 2025 — Produsen teknologi asal Tiongkok, DJI, kembali jadi sorotan setelah menurunkan harg...
Setelah 13 Tahun Berjalan Mandiri, Nestlé Resmi Menggabungkan Bisnis Wyeth Nutrition di Tiongkok
Nestlé, raksasa industri makanan global, baru-baru ini mengonfirmasi langkah penyesuaian strategis b...
JJ Lin Akhirnya Go Public Soal Hubungan Asmara, Jay Chou dan Ashin Turut Memberi Restu
Penyanyi Mandopop sekaligus peraih Golden Melody Award, JJ Lin (44), mengejutkan publik pada (29) de...
Pertarungan Chip 2nm Dimulai: Apple, Qualcomm, dan MediaTek Berebut Dominasi
Permintaan untuk proses 2nm TSMC sangat tinggi, dengan jumlah wafer diperkirakan 1,5 kali lipat dari...
Mayoritas Perusahaan PV Masih Rugi di 2025, Beberapa Menargetkan Laba di 2026
Seiring dengan dirilisnya perkiraan kinerja 2025, kondisi operasional perusahaan fotovoltaik (PV) ya...
Memperingatkan potensi pelemahan bisnis cip ponsel, saham Qualcomm anjlok hampir 10%.
(New York, 5 Februari)Meski Qualcomm membukukan kinerja kuartal pertama tahun fiskal 2026 (berakhir ...
Titik Balik Industri Ponsel Pintar Global—Apple Siap Meluncurkan Produk Baru
(Hong Kong/New York, 13 Feb) Counterpoint Research menyatakan bahwa tahun 2026 diperkirakan menjadi ...
Kaman Kong Mendadak Unggah Foto Gaun Pengantin dan Cincin Berlian saat Valentine—Picu Spekulasi Akan Menikah
(Hong Kong, 14 Feb) Mantan aktris TVB, Kaman Kong (Jiang Jia-min), ramai diperbincangkan setelah pad...
Kenny Bee menjadi sorotan karena gaya berjalan di usia 73 tahun, kondisi kesehatannya turut menimbulkan kekhawatiran
(Hong Kong, 30 Maret) Penyanyi dan aktor senior Hong Kong Kenny Bee yang baru saja merayakan ulang t...
“Messi dari China yang sesungguhnya” mulai mencuri perhatian! Seorang talenta muda asal China berusia 13 tahun resmi bergabung dengan La Masia, setelah sebelumnya mencatat berbagai rekor luar biasa. Bakat dan potensinya membuatnya diprediksi memiliki masa depan cerah.
Pemain muda Tiongkok Li Haoyan resmi bergabung dengan La Masia, menjadi yang pertama dalam sejarah. ...