2026年9月10日

Final Panas China vs Jepang di Depan Mata! Jepang Hancurkan Jerman 8–3, Cetak Rekor Sejarah Tim, Tomokazu Harimoto Tak Diturunkan

Pada 7 Desember waktu Beijing, tim Jepang tampil luar biasa di semifinal Piala Dunia Beregu Campuran...

Pada 7 Desember waktu Beijing, tim Jepang tampil luar biasa di semifinal Piala Dunia Beregu Campuran Chengdu dengan menumbangkan Jerman 8–3 dan resmi melaju ke partai final. Kemenangan ini sekaligus menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah tim Jepang di nomor beregu campuran. Laga penentuan terjadi pada partai keempat sekaligus terakhir di sektor ganda putra, saat pasangan Jerman Duda/Qiu Dang berhadapan dengan Togami Shunsuke/Shinozuka Daito. Hasilnya, duet Jepang sukses mengunci kemenangan telak 2–0 sekaligus mengakhiri pertandingan secara dramatis.

Sebelum duel ganda putra penentuan tersebut, tiga pertandingan awal berjalan dengan hasil sebagai berikut.
Pada partai pertama, pasangan Franziska/Kaufmann harus mengakui keunggulan Shinozuka Daito/Ito Mima dengan skor 0–3 (8–11, 5–11, 6–11).
Partai kedua mempertemukan Sabine Winter melawan Miwa Harimoto, di mana wakil Jepang menang tipis 2–1 (11–9, 12–10, 10–12).
Sementara di partai ketiga, Qiu Dang menyumbang satu-satunya kemenangan untuk Jerman dengan menundukkan Matsushima Terukazu 2–1 (12–10, 11–6, 8–11).

Dengan hanya Qiu Dang yang mampu membawa dua poin bagi Jerman, Jepang sudah unggul jauh dengan skor agregat 6–3. Artinya, Jepang hanya membutuhkan tambahan dua poin lagi untuk memastikan tiket ke final.

Salah satu sorotan terbesar dari laga semifinal ini adalah keputusan Jepang untuk tidak menurunkan bintang utamanya, Tomokazu Harimoto, yang baru berusia 22 tahun. Harimoto sebelumnya tampil buruk di laga penutup fase kedua, mengalami dua kekalahan beruntun di sektor tunggal dan ganda, serta kehilangan total enam poin. Ia bahkan dianggap sebagai salah satu faktor utama kegagalan Jepang saat kalah dramatis 7–8 dari Prancis. Selain itu, Harimoto juga sempat kalah 1–2 dari Qiu Dang di sektor tunggal. Karena itu, dalam laga krusial ini, Jepang memilih mempercayakan posisi tersebut kepada Togami Shunsuke, sementara Harimoto harus rela duduk di bangku cadangan.

Di gim pertama ganda putra penentuan, pasangan Togami/Shinozuka langsung unggul 2–0. Meski Duda/Qiu Dang sempat memperkecil jarak menjadi 2–3, duo Jepang tetap memegang kendali pertandingan. Mereka memperlebar keunggulan menjadi 6–4, lalu 8–5, dan setelah memimpin 9–6, Togami/Shinozuka menutup gim pertama dengan kemenangan 11–8.

Memasuki gim kedua, pertandingan sempat berjalan ketat hingga skor imbang 2–2. Namun Togami/Shinozuka kembali menunjukkan dominasi dengan melesat ke 6–3 dan kemudian 7–3. Jerman tertinggal 4–8 sebelum Jepang meraih match point pada kedudukan 10–4. Meski Jerman sempat mengambil time-out untuk menghambat momentum, usaha tersebut tak membuahkan hasil. Togami/Shinozuka akhirnya menuntaskan kemenangan dengan skor meyakinkan 11–4.

Dengan hasil ini, Jepang memastikan langkah ke final sekaligus mencatatkan rekor terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang beregu campuran. Pada 2023 mereka finis di peringkat ketiga, lalu merosot ke posisi kelima pada 2024. Kini, untuk pertama kalinya Jepang berhasil menembus setidaknya peringkat dua besar. Di sisi lain, keputusan mencadangkan Tomokazu Harimoto di semifinal menjadi salah satu momen paling dramatis dan menyakitkan dalam perjalanan turnamen ini.

接著讀