2026年9月10日

Meninggalkan Gaji Rp 4 Miliar per Tahun, Jenius 32 Tahun Ini Memilih Mewujudkan “Romantisme Sejati Seorang Geek”

Pada 25 November, melalui pengumuman resmi dari Shangwei New Materials, Peng Zhihui yang baru berusi...

Pada 25 November, melalui pengumuman resmi dari Shangwei New Materials, Peng Zhihui yang baru berusia 32 tahun resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Direksi periode keempat perusahaan tersebut. Berdasarkan laporan, ia akan memimpin perusahaan dalam menjajaki pengembangan sinergi antara material baru dan teknologi robotika.

Dari sosok “Genius Muda” Huawei, menjadi kreator teknologi “Zhi Hui Jun” dengan 2,8 juta pengikut di Bilibili, hingga kini menjadi pendiri perusahaan robot humanoid—saat publik masih akrab memandangnya sebagai “influencer teknologi”, Peng Zhihui kembali mencetak perubahan besar dalam perjalanan hidupnya.

“Zhi Hui Jun”

Julukan pertama yang membuat Peng Zhihui dikenal luas adalah “Zhi Hui Jun”, nama akun Bilibili miliknya. Sejak 2017, ia muncul sebagai kreator teknologi hardcore yang gemar berinovasi, menciptakan berbagai perangkat keras pintar, lalu membagikan prosesnya lewat video pendek.

Kreasinya sangat beragam, mulai dari power bank bertema game, keyboard mekanik modular, hingga televisi mini. Hampir seluruh ide ciptaannya lahir dari pengalaman hidup sehari-hari.

Pada 2021, saat berkendara sepeda di tengah hujan, ia terpeleset dan mengalami cedera di wajah. Dari pengalaman itu, lahirlah inspirasi unik: ia merancang sepeda otomatis yang mampu menyeimbangkan diri sendiri dengan bantuan giroskop, servo, motor brushless, kamera kedalaman, dan LiDAR.

Sepeda ini mampu menjaga keseimbangan, merencanakan rute, menghindari rintangan, bahkan bisa bergerak tanpa pengemudi. Hebatnya, seluruh sistem tersebut dibuat dengan biaya kurang dari 10.000 yuan. Setelah videonya dirilis, jumlah penonton melonjak hingga mendekati 5 juta tayangan.

Karya paling fenomenalnya adalah lengan robot presisi enam sumbu bernama “Dummy”. Demi mewujudkan apa yang ia sebut sebagai “bentuk interaksi tertinggi”, Peng Zhihui membongkar stik game lalu merancang kontroler genggam khusus yang terhubung langsung ke lengan robot dengan penjepit.

Gerakan dari kontroler dapat ditransmisikan secara real-time, bahkan memungkinkan pengguna merasakan sensasi sentuhan saat robot menjepit benda. Dalam salah satu video yang paling viral, ia memperagakan lengan robot yang sukses “menjahit” kulit buah anggur dengan jarum—sebuah presisi luar biasa yang membuat publik terpukau.

Kecepatan riset dan pengembangannya pun mengagumkan. Berdasarkan video yang diunggahnya, ia hanya membutuhkan empat bulan untuk membangun sepeda otomatis, lalu empat bulan berikutnya untuk menyempurnakan lengan robot penjahit anggur.

Kreator teknologi di Bilibili, Liu Xiaoxi, pernah mengomentari bahwa penemuan Peng Zhihui mungkin tidak menyelesaikan masalah dunia yang besar, namun keistimewaannya terletak pada fakta bahwa seluruh proyek tersebut dikerjakan hampir sepenuhnya seorang diri.

Di balik semua karya berbasis hobi tersebut, tersembunyi visi yang jauh lebih besar.

“Genius Muda” di Dunia Nyata

Dalam kehidupan nyata, Peng Zhihui sejak kecil dikenal sebagai siswa berprestasi dan bakat besar di bidang teknik. Setelah lulus pascasarjana pada 2018, ia bergabung dengan Laboratorium AI OPPO Research Institute.

Pada 2020, setelah menyelesaikan berbagai proyek riset di OPPO, ia memutuskan mengikuti seleksi program elit “Genius Youth Plan” milik Huawei. Setelah melalui tujuh tahap wawancara yang ketat, ia diterima dengan gaji tahunan tertinggi sebesar 2,01 juta yuan di divisi Huawei Ascend, dengan fokus pada komputasi heterogen di sisi edge AI.

Namun setelah lebih dari dua tahun berkarier di Huawei, Peng Zhihui justru mengambil keputusan besar yang mengejutkan banyak orang: meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi yang stabil untuk memulai jalan sebagai pengusaha.

Dalam unggahan perpisahannya di Weibo, ia menulis bahwa ia ingin mengejar tantangan yang lebih besar, sejalan dengan hasrat dan impiannya sejak lama. Ia menyebut keputusannya sebagai wujud dari “darah muda yang membara, sedikit nekat, dan mungkin menjadi bentuk keras kepala terakhir dalam hidupnya.”

Membangun Imperium Robot Humanoid

Pada Februari 2023, Peng Zhihui mendirikan Zhiyuan Robotics dan menjabat sebagai salah satu pendiri sekaligus Presiden dan CTO. Nama “Zhiyuan” memiliki makna mendalam: “Zhi” melambangkan kecerdasan embodied intelligence, sedangkan “Yuan” melambangkan dua kaki robot humanoid.

Sejak awal, ia menerapkan strategi agresif dan berstandar tinggi. Hanya dalam enam bulan setelah berdiri, Zhiyuan meluncurkan robot humanoid generasi pertamanya, “Expedition A1”. Pada Desember 2024, robot serbaguna mulai diproduksi secara massal untuk kebutuhan komersial. Lalu pada Januari 2025, unit ke-1.000 robot embodied resmi keluar dari lini produksi.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, valuasi Zhiyuan melesat melampaui 15 miliar yuan. Perusahaan ini berhasil menarik investasi dari raksasa industri seperti Tencent, JD.com, Sequoia China, dan BYD.

Pada Maret 2025, Zhiyuan memperkenalkan robot generasi baru “Lingxi X2”. Dalam video promosinya, robot tersebut kembali diperlihatkan “menjahit” kulit buah anggur—sebuah penghormatan simbolis terhadap karya awal Peng Zhihui di Bilibili.

“Romantisme Sejati Seorang Geek”

Peng Zhihui sejatinya tidak terlahir dengan sorotan kemewahan. Ia lahir pada 1993 di sebuah desa di Ji’an, Jiangxi. Kedua orang tuanya bekerja sebagai juru masak, dan ia memiliki seorang adik laki-laki.

Ayahnya pernah mengungkap bahwa sejak kecil, Peng Zhihui sangat tertarik pada perangkat elektronik dan gemar membongkar pasang alat. Saat anak-anak lain bermain game untuk menamatkan level, ia justru penasaran dengan bagaimana gambar muncul di layar dan bagaimana stik mengendalikan karakter. Demi memahami semuanya, ia membongkar konsol game hingga ke bagian terdalamnya.

Di bangku SMA, bakatnya di bidang sains dan keterampilan praktik semakin terlihat jelas. Pada 2010, ia sebenarnya sudah lolos nilai ambang universitas unggulan, namun demi masuk ke jurusan impiannya, ia memilih mengulang satu tahun. Keputusan itu membawanya masuk ke Universitas Elektronik Sains dan Teknologi Tiongkok jurusan Biomedis.

Saat melanjutkan ke jenjang pascasarjana, ia kembali belajar otodidak ilmu komputer hingga akhirnya diterima di jurusan Sistem Informasi dan Komunikasi—bidang yang benar-benar memantik kecintaannya.

Meski dijuluki “genius”, Peng Zhihui tetap rendah hati. Ia meyakini bahwa dirinya bukanlah jenius, melainkan seseorang yang digerakkan oleh rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan keberuntungan hidup di era yang tepat.

Ia pernah mengisahkan dalam sebuah podcast bahwa menjelang peluncuran produk, ia dan seluruh tim bahkan tinggal langsung di lokasi acara selama satu minggu penuh. Bahkan hingga 20 menit sebelum siaran langsung dimulai, mereka masih sibuk melakukan debugging sistem.

Baginya, yang disebut sebagai “jenius” sejatinya hanyalah orang yang mencurahkan seluruh hidupnya, tanpa lelah, pada hal yang benar-benar ia cintai. Dan bagi Peng Zhihui, kecintaan itu adalah robotika.

Dengan penuh keyakinan, ia berkata:

“Memberikan tubuh pada robot dengan tangan sendiri, lalu memberinya jiwa melalui AI—itulah romantisme sejati seorang geek.”

接著讀