2026年9月10日

Kabarnya Apple dan TSMC Siap Suntik Investasi ke Intel!

26 September — Menurut laporan The Wall Street Journal, raksasa prosesor Intel tengah gencar mencari...

26 September — Menurut laporan The Wall Street Journal, raksasa prosesor Intel tengah gencar mencari investasi eksternal serta mitra strategis untuk mempercepat transformasi bisnisnya.

Sumber internal mengungkapkan bahwa selain menjalin komunikasi dengan raksasa teknologi Apple, Intel juga disebut tengah bernegosiasi dengan pemimpin industri foundry, TSMC, terkait potensi investasi maupun kerja sama di bidang manufaktur.

Intel yang dulu pernah menjadi ikon industri semikonduktor—bahkan dikenal sebagai perusahaan yang membawa “silicon” ke Silicon Valley—kini menghadapi tekanan besar di tengah kompetisi kecerdasan buatan (AI). Performa Intel disebut tertinggal dibanding rivalnya, Nvidia dan AMD. Untuk membalikkan keadaan, CEO Pat Gelsinger terus mendorong strategi kolaborasi sebagai bagian dari upaya transformasi perusahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Intel telah menggelontorkan belasan miliar dolar AS untuk membangun bisnis foundry. Namun, bisnis ini masih kesulitan menyaingi dominasi TSMC dan belum berhasil menarik pelanggan besar dari luar. Bahkan, laporan The Information pada April lalu menyebutkan Intel dan TSMC sempat membahas rencana membentuk joint venture, di mana TSMC akan memegang 20% saham perusahaan baru tersebut.

Langkah Intel mencari investor eksternal mulai membuahkan hasil. Bulan lalu, pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan investasi sebesar 8,9 miliar dolar AS untuk mengambil 9,9% saham Intel. Tak lama kemudian, SoftBank Jepang juga mengucurkan 2 miliar dolar AS, sementara Nvidia mengumumkan investasi 5 miliar dolar AS sekaligus memperluas kerja sama dengan Intel dalam segmen prosesor server dan PC.

Meski begitu, baik Intel, Apple, maupun TSMC enggan berkomentar terkait laporan negosiasi terbaru ini.

Pasar merespons kabar tersebut dengan sangat positif. Setelah muncul berita pembicaraan investasi dengan Apple dan TSMC, harga saham Intel pada 26 September waktu Beijing melonjak 8,87% hingga menutup perdagangan di level 33,99 dolar AS per saham. Pada perdagangan pasca-penutupan, harga kembali naik 1,44% menjadi 34,45 dolar AS. Angka ini berarti lonjakan hampir 70% dibanding harga masuk 20,47 dolar AS saat pemerintahan Trump resmi menjadi pemegang saham Intel.

接著讀

Trump Setujui Rencana Serang Iran—Namun Tertahan oleh Keraguan: Bisakah Fordow Dihancurkan?

Menurut The Wall Street Journal dan Axios, Presiden Trump telah menyetujui rencana serangan terhadap Iran, tetapi menunda pelaksanaannya karena keraguan apakah bom penembus bunker benar-benar bisa menghancurkan fasilitas nuklir Fordow milik Iran yang dijaga ketat. AS memiliki senjata tersebut, namun Trump belum yakin akan efektivitasnya dan khawatir terseret dalam perang panjang. Ia berharap tak perlu menyerang, tapi tak menutup kemungkinan akan lakukan “serangan bedah” jika diperlukan.

448 天前