2026年9月10日

Setelah melakukan PHK terhadap 4.000 karyawan, Salesforce mengakui bahwa AI bukanlah solusi mujarab.

Salesforce sebelumnya gencar menerapkan otomatisasi AI, memangkas tim dukungan pelanggan dari 9.000 ...

Salesforce sebelumnya gencar menerapkan otomatisasi AI, memangkas tim dukungan pelanggan dari 9.000 menjadi 5.000 dan mempromosikan model bahasa besar (LLM) sebagai transformasi proses bisnis. Namun, kenyataannya tidak semulus itu. Baru-baru ini, Salesforce mengurangi ketergantungan pada LLM, beralih ke “otomatisasi deterministik” untuk memastikan alur kerja penting dijalankan secara konsisten.
CTO Agentforce mencatat bahwa LLM bisa melewatkan langkah saat instruksi kompleks, sedangkan otomatisasi deterministik lebih andal dan hemat biaya. Contohnya, sistem AI Vivint sempat gagal mengirim survei pelanggan secara konsisten, baru teratasi dengan pemicu deterministik. CEO Marc Benioff juga mengakui, model AI tanpa dukungan data yang kuat bisa menimbulkan “halusinasi,” sehingga perusahaan harus berhati-hati.
Langkah ini memberi sinyal bagi perusahaan: AI kuat, tetapi keandalan, tata kelola, dan infrastruktur data jauh lebih penting.

接著讀

Penantian 21 Tahun: Ronaldo Juara Lagi di Usia 40, Akankah Piala Dunia 2026 Menjadi Momen Terakhir Mengejar Status GOAT?

Di usia 40 tahun, Cristiano Ronaldo akhirnya meraih trofi ketiga bersama timnas Portugal setelah menang adu penalti atas Spanyol di final UEFA Nations League. Dulu berjuang sendirian, kini Ronaldo memimpin generasi emas Portugal yang penuh bakat. Apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi kesempatan terakhirnya merebut gelar terbesar dan menyaingi Messi dalam perebutan status “GOAT”?

457 天前