2026年9月10日

Hunan TV gala highlights: Deng Chao impresses with fully live vocals, Huang Jingyu stuns fans with a shirt-off moment, and Cyndi Wang delivers a nostalgic hit medley.

Penonton yang menonton konser malam tahun baru Hunan TV kemungkinan besar dibuat “kaget” karena pada...

Penonton yang menonton konser malam tahun baru Hunan TV kemungkinan besar dibuat “kaget” karena padatnya momen berenergi tinggi. Dari penampilan bintang besar sampai nostalgia yang bikin ingat masa lalu, dari aksi panggung yang kuat sampai interaksi yang lucu, ritmenya rapat dan hampir tidak ada bagian yang terasa kosong. Panggung Deng Chao dan Huang Jingyu jadi sorotan utama, ditambah penampilan Wang Hedi, Tan Jianci, Cyndi Wang, dan banyak artis lain yang membuat acara ini terasa makin seru untuk ditonton ulang.

Kalau harus memilih “penyangga” acara, Deng Chao jelas salah satu yang paling menonjol. Di usia 46, ia membuka dengan energi besar: turun memakai wire, tampil dengan busana merah, dan langsung memanaskan suasana. Setelah itu ia menampilkan performa intens dengan beberapa lagu cepat dan koreografi yang tidak ringan, plus unsur “easter egg” gerakan dance yang membuat penonton makin ramai. Banyak penonton juga menyinggung bahwa ia sempat mengalami cedera pergelangan kaki sebelumnya, sehingga kegigihannya menyelesaikan panggung sulit ini terasa makin “tulus” dan mengesankan.

Yang menarik, daya tarik Deng Chao bukan hanya teknik, tapi juga “vibes manusia hidup”-nya: ia suka bermain candaan, menyelipkan referensi yang membuat penonton merasa dekat, dan berani improvisasi untuk mengajak penonton ikut bernyanyi. Ekspresinya pun cepat viral sebagai bahan meme. Di media sosial, ada pembahasan bahwa segmennya disebut-sebut ikut mendorong angka penonton, sampai muncul candaan bahwa ia “penguasa remote TV.” Setelahnya ia juga menulis unggahan bercanda, membuat suasana makin hangat dan dekat dengan fans.

Sementara itu, Huang Jingyu tampil sebagai “pembawa karisma cool.” Panggung Rose Thief dibuat dengan konsep visual yang kuat. Pada bagian klimaks, ia melepas outer secara rapi tepat di beat, membuat tensi panggung naik. Properti dan tata panggung juga mendukung tema, ditutup dengan keluar panggung yang dramatis sehingga membekas secara visual. Yang lucu, di balik aura keras dan tegas, ada sisi canggung yang muncul sekilas—kontras ini justru membuatnya makin disukai. Vokal live-nya juga mendapat pujian karena stabil.

Kolaborasi yang paling ramai dibahas adalah panggung bertiga Deng Chao–Huang Jingyu–Wang Hedi dengan versi adaptasi Love Is Like a Tide. Karakter mereka berbeda: Deng Chao menguasai suasana, Huang Jingyu menjaga “tone” dan kestabilan, sementara Wang Hedi memberi sentuhan muda lewat bagian rap. Kontras ini menciptakan tensi yang menarik dan jadi bahan potongan video populer.

Selain itu, ada banyak momen lain yang juga mencuri perhatian: TNT (Teens in Times) membawa energi muda lewat beberapa penampilan; Cyndi Wang menyuguhkan medley lagu-lagu klasik yang memicu nostalgia, dan kolaborasinya dengan Xu Liang membuat banyak penonton merasa “masa muda ketemu lagi.” Tan Jianci tampil dengan panggung lagu baru yang dinilai kuat dari sisi performa. Ditambah kolaborasi pasangan drama, deretan lagu hits yang bikin singalong, serta teknologi panggung seperti AR dan interaksi virtual, pengalaman menontonnya terasa lebih imersif.

Kesimpulannya, Hunan TV bisa jadi pusat pembahasan bukan hanya karena lineup, tetapi karena kombinasi ritme acara, kualitas panggung, dan interaksi yang kuat. Ada “live performance” yang terasa nyata, nostalgia dan tren yang berjalan bareng, serta banyak momen yang mudah viral. Untuk pembuka 2026, suasananya meriah—dan membuat orang jadi makin menantikan kejutan sepanjang tahun.

接著讀