2026年9月10日

Eric Tsang mengungkap tiga alasan kembali ke TVB, mengaku terlalu percaya diri: “Kupikir tidak akan sesulit ini.”

(Makau, 5 Januari) Artis senior Hong Kong, Eric Tsang, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya ...

(Makau, 5 Januari) Artis senior Hong Kong, Eric Tsang, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai General Manager TVB dalam ajang TVB Anniversary Awards 2025, menandai berakhirnya perjalanan manajerialnya yang selama ini banyak mendapat perhatian publik. Sejak kembali ke TVB pada tahun 2021, Tsang telah mendorong berbagai reformasi dalam sistem dan produksi program. Baru-baru ini, ia juga mengungkapkan pergulatan batin serta tekanan besar yang ia hadapi saat pertama kali menerima jabatan tersebut.

Tsang menjelaskan bahwa keputusannya untuk kembali ke TVB didasari oleh tiga alasan utama. Pertama, TVB merupakan tempat ia tumbuh dan membangun kariernya, sehingga memiliki ikatan emosional yang mendalam. Kedua, ia menilai TVB sebagai stasiun televisi gratis memiliki tanggung jawab sosial untuk menyampaikan informasi yang benar serta nilai-nilai positif kepada masyarakat. Alasan ketiga, yang paling penting baginya, adalah keinginannya untuk mewariskan pengalaman dan prinsip yang ia pelajari dari para pendahulu seperti Sir Run Run Shaw kepada generasi baru insan perfilman, sebagai bentuk kontribusi balik kepada industri.

Selama masa jabatannya, Tsang menetapkan arah yang jelas dalam produksi program, dengan menekankan bahwa hiburan harus tetap seimbang dengan keakuratan informasi dan pesan positif. Ia juga aktif meluncurkan program pencarian dan pelatihan bakat baru, memberikan suntikan tenaga muda ke industri hiburan, serta memperluas pasar TVB ke kawasan Greater Bay Area melalui kerja sama dengan platform Tiongkok daratan.

Namun, keputusan tersebut awalnya tidak mendapat dukungan dari keluarganya. Tsang mengaku bahwa anak-anaknya langsung menentang rencana tersebut, karena merasa ia tidak perlu menanggung beban kerja berat di usia tersebut. Ia juga mengakui telah meremehkan tingkat kesibukan pekerjaan, karena setelah menjabat ia harus mengikuti jam kerja tetap dan ritme administratif yang jauh berbeda dari gaya kerja bebas sebelumnya.

Selama bertahun-tahun, Tsang kerap terlihat tertidur di berbagai kesempatan, sehingga muncul citra “bisa tidur di mana saja.” Rekannya, Yuen Siu-cheung, membela Tsang dengan menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kelelahan berlebihan. Ia mengungkapkan bahwa Tsang sering mengorbankan waktu tidur untuk membaca naskah, terutama karya sutradara dan penulis skenario muda, demi menemukan talenta baru yang berpotensi.

Tsang sendiri mengatakan bahwa dedikasinya berasal dari pengalaman pribadinya saat masih muda. Ketika baru memasuki industri, tantangan terbesarnya bukanlah kreativitas, melainkan kurangnya mentor yang bersedia mendukung. Oleh karena itu, ketika ia memiliki kemampuan dan posisi, ia bertekad untuk membuka jalan bagi generasi berikutnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa membina talenta harus disertai prinsip, tidak hanya menilai kemampuan profesional, tetapi juga karakter, karena ia tidak ingin membawa orang yang salah ke dalam industri ini.

接著讀