2026年9月10日

WTT Doha Champions: Jadwal 10 Januari Resmi Dirilis—“Mo” Tantang Sang Mentor, Harimoto Berduel dengan “Le Petit Bu”

Pada 10 Januari (waktu Beijing), WTT Doha Champions memasuki fase krusial perempat final tunggal. Se...

Pada 10 Januari (waktu Beijing), WTT Doha Champions memasuki fase krusial perempat final tunggal. Sesuai jadwal yang dirilis, Timnas Tiongkok (China) akan menurunkan enam pemain hari ini, dengan lawan-lawan tangguh seperti Zhu Yuling dan Miwa Harimoto. Berikut rangkuman jadwal lengkap serta sorotan pertandingan yang patut dinantikan.

Pertandingan dibagi menjadi dua sesi utama, yakni Sesi Emas (prime time) dan Sesi Larut Malam, di mana setiap duel punya arti besar dalam perebutan gelar.

Sesi Emas

17:00 — Perempat Final Tunggal Putri: Wang Yidi vs Zhu Yuling (Makau, China)
17:45 — Perempat Final Tunggal Putra: Lin Shidong vs Liang Jingkun
18:30 — Perempat Final Tunggal Putri: Wang Manyu vs Han Ying (Jerman)
19:15 — Perempat Final Tunggal Putra: Truls Möregårdh (Swedia) vs Jang Woojin (Korea Selatan)

Pukul 17:00, laga pembuka langsung menyajikan duel bergengsi. Wang Yidi, sang juara dunia, akan menghadapi Zhu Yuling, yang juga berstatus juara dunia dan dikenal sebagai figur “senior” dengan pengalaman luar biasa. Meski keduanya berasal dari generasi yang berbeda—Zhu lebih dulu bersinar dan punya jam terbang yang kaya—dari sisi ketajaman performa terkini, Wang Yidi dinilai lebih unggul. Namun, hasil akhirnya tetap akan ditentukan oleh performa saat hari-H, terutama di poin-poin kritis.

Pukul 17:45, publik disuguhi derby sesama juara dunia dari China: Lin Shidong kembali berhadapan dengan Liang Jingkun. Ini adalah jenis pertandingan yang biasanya sarat tempo cepat, adu kualitas bola yang keras, serta perubahan taktik yang intens. Dengan dua nama besar di satu meja, duel ini sangat layak masuk daftar tontonan utama.

Pukul 18:30, giliran Wang Manyu turun sebagai andalan tunggal putri. Lawannya adalah Han Ying, veteran spesialis bertahan dengan gaya chopper dari Jerman. Pertandingan “serang vs bertahan” seperti ini selalu memikat, karena bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga kesabaran, pengaturan ritme, serta pemilihan momen untuk menuntaskan poin.

Pukul 19:15, duel yang juga sangat dinantikan mempertemukan Truls Möregårdh melawan Jang Woojin. Möregårdh dikenal kreatif dan penuh variasi, sementara Jang memiliki karakter permainan yang tegas dan disiplin. Ini akan menjadi pertarungan gaya yang menarik, dan pemenang kemungkinan ditentukan oleh akurasi, timing, serta ketahanan mental.

Sesi Larut Malam

23:30 — Perempat Final Tunggal Putri: Kuai Man vs Miyu Nagasaki (Jepang)
00:15 (+1) — Perempat Final Tunggal Putra: Félix Lebrun (Prancis) vs Tomokazu Harimoto (Jepang)
01:00 (+1) — Perempat Final Tunggal Putri: Chen Xingtong vs Miwa Harimoto (Jepang)
01:45 (+1) — Perempat Final Tunggal Putra: Hiroto Matsushima (Jepang) vs Lin Yun-Ju (Chinese Taipei)

Memasuki 23:30, sesi larut malam dibuka oleh juara dunia Kuai Man yang menghadapi wakil Jepang Miyu Nagasaki. Dalam pertandingan seperti ini, momentum awal sangat penting—Kuai Man tentu ingin segera memegang kendali tempo agar lawan tidak sempat “panas” dan membangun kepercayaan diri.

Pada 00:15 hari berikutnya, sorotan berpindah ke laga tunggal putra yang sangat menarik: Félix Lebrun kontra Tomokazu Harimoto. Ini adalah bentrokan dua bintang non-China yang paling eksplosif—cepat, agresif, dan berani mengambil risiko. Duel ini pantas mendapat perhatian khusus karena berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbaik turnamen.

Setelah itu, Chen Xingtong akan tampil menghadapi Miwa Harimoto pada 01:00. Ini adalah ujian besar yang menuntut ketenangan dan kualitas kontrol permainan. Chen membawa pengalaman dan struktur yang solid, sementara Miwa dikenal berani menyerang lebih awal dan punya kecepatan yang mengganggu ritme lawan.

Laga penutup pada 01:45 mempertemukan talenta muda Jepang Hiroto Matsushima dengan Lin Yun-Ju dari Chinese Taipei. Pertarungan dua pemain kidal ini selalu menarik karena sudut serangan, pola servis, dan variasi pengembalian bola terasa berbeda dari laga pada umumnya—sebuah duel teknis yang sangat layak dinantikan.

Dari prime time hingga dini hari, 10 Januari benar-benar dipenuhi pertandingan perempat final yang intens. Dengan banyaknya nama besar dan benturan gaya bermain yang kontras, Doha siap menghadirkan satu hari penuh aksi tenis meja kelas dunia.

接著讀