2026年9月10日

Respons cerdas dalam adu mulut dengan Musk, Ryanair manfaatkan momentum lewat promosi.

(DUBLIN, 22) Ada pepatah “semua publisitas itu bagus,” dan CEO Ryanair Michael O’Leary tampaknya ben...

(DUBLIN, 22) Ada pepatah “semua publisitas itu bagus,” dan CEO Ryanair Michael O’Leary tampaknya benar-benar memanfaatkannya ketika perang komentar dengan CEO Tesla sekaligus miliarder Elon Musk makin memanas.

O’Leary mengatakan Ryanair “menyukai” konflik publik yang bisa mendorong pemesanan tiket. Perselisihan ini bermula pekan lalu ketika maskapai berbiaya murah asal Irlandia tersebut menyatakan tidak akan ikut tren sejumlah maskapai yang mulai memakai Starlink—layanan internet satelit milik SpaceX—untuk Wi-Fi di pesawat. Setelah itu, Musk mengkritik Ryanair secara terbuka, menyebut O’Leary “idiot,” bahkan menyiratkan bahwa ia seharusnya membeli Ryanair.

Promo “idiot” kembali

Ryanair dikenal piawai memanfaatkan kontroversi internet untuk pemasaran. Kali ini, mereka meluncurkan promo bertajuk “idiot sale.” Perusahaan menyebut kampanye tersebut menghasilkan hingga 4 juta klik ke situs resminya, sementara pemesanan naik 2% hingga 3% dalam beberapa hari terakhir—angka yang disebut O’Leary cukup besar untuk skala Ryanair.

Tahun lalu, Ryanair menjadi maskapai pertama di Eropa yang mengangkut 200 juta penumpang dalam satu tahun fiskal. Maskapai ini melayani rute di 36 negara dan mengoperasikan lebih dari 3.600 penerbangan per hari.

Alasan menahan diri dari Starlink

O’Leary menyebut manajemen Ryanair telah membahas opsi Starlink selama lebih dari satu tahun. Ia mengakui performa Starlink sangat baik, namun biaya tahunan diperkirakan mencapai US$200 juta hingga US$250 juta. Biaya tersebut tidak hanya mencakup layanan, tetapi juga kenaikan konsumsi bahan bakar akibat tambahan bobot pesawat dari pemasangan antena.

接著讀