2026年9月10日

Salvia Lesu di China, Sementara Pizza Hut Ekspansi Kencang

Awal 2026, Salvia merilis laporan kuartalannya. Bisnis di Jepang tumbuh kuat, namun segmen Asia, ter...

Awal 2026, Salvia merilis laporan kuartalannya. Bisnis di Jepang tumbuh kuat, namun segmen Asia, terutama China, menghadapi kondisi “pendapatan naik, laba tidak bertambah.” Pada Q1 FY2026 (Sep–Nov 2025), penjualan Asia naik 7,1% YoY menjadi ¥23,288 miliar, tetapi laba operasi turun 6,1% menjadi ¥3,086 miliar.

Di China, pasar utama Salvia berada di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou, dengan kepadatan toko yang tinggi. Lemahnya daya beli menyebabkan tekanan terhadap profitabilitas. Pada FY2025, penjualan toko yang sama di ketiga kota ini turun sekitar 18%-19%, dan laba operasi merosot. Untuk mencari pertumbuhan, Salvia mulai berekspansi ke kota-kota tier bawah seperti Zhanjiang, Jiangyin, dan Taizhou, serta membuka toko pertama di Wuhan pada 15 Januari, dengan trafik pelanggan yang tinggi.

Sebaliknya, Pizza Hut menunjukkan ekspansi agresif di China. Dengan format “WOW” yang lebih terjangkau dan merek turunan seperti Pizza Hut Grilled Skewers dan Pizza Hut Burgers, jumlah gerai Pizza Hut kini lebih dari 4.000, termasuk lebih dari 250 gerai WOW. Dengan format inovatif dan strategi harga menarik, Pizza Hut membangun kurva pertumbuhan kedua dan menunjukkan adaptabilitas pasar yang kuat.

Secara keseluruhan, pasar makanan Barat di China melambat, dan konsumen lebih selektif. Salvia menghadapi tantangan dari kepadatan toko dan penurunan permintaan, sementara Pizza Hut memanfaatkan diversifikasi format dan sub-merek untuk mempertahankan momentum, menonjolkan perbedaan strategi dan kinerja keduanya.

接著讀