2026年9月10日

Mengapa China U23 Menang Telak? Media Vietnam Mengakui: Semua Prediksi Salah, Taktik Antonio di Luar Kebiasaan

Pada semifinal Piala Asia U23 2026, tim China U23 mencatat kemenangan meyakinkan 3–0 atas Vietnam. K...

Pada semifinal Piala Asia U23 2026, tim China U23 mencatat kemenangan meyakinkan 3–0 atas Vietnam. Kekalahan ini mengejutkan banyak pihak di Vietnam, sehingga media lokal segera melakukan analisis mendalam atas penyebab hasil buruk tersebut.

Jurnalis Vietnam, Thanh Hai, menulis laporan berjudul “Mengapa Vietnam U23 Kalah Telak”. Ia menyatakan, “Kami merasa sudah siap sepenuhnya, tetapi tidak ada yang menyangka Antonio akan mengambil pendekatan berisiko dan benar-benar keluar dari kebiasaan.” Alih-alih bermain defensif dan melepas penguasaan bola seperti yang diperkirakan, China justru memilih menyerang, menguasai bola, dan mengendalikan jalannya pertandingan.

Untuk menyesuaikan strategi tersebut, China melakukan enam perubahan dalam susunan pemain. Duet penyerang yang biasa tampil, Wang Yudong dan Baha Lam, duduk di bangku cadangan, digantikan oleh Xiang Yuwang dan Kuai Jiwen. Meski kalah dalam duel fisik, keduanya unggul dalam teknik, pergerakan tanpa bola, serta distribusi umpan yang cerdas.

Pendekatan ini membuat Vietnam terkejut. Kebingungan semakin besar ketika mereka menyadari bahwa ini bukan rencana cadangan, melainkan strategi utama China sepanjang laga. Thanh Hai menegaskan, “Semua bayangan kami tentang tim China yang konservatif dan lemah dalam menyerang ternyata keliru.”

China terus menekan di wilayah Vietnam, merebut bola melalui pressing intens, lalu melancarkan serangan balik cepat. Akibatnya, tim asuhan Kim Sang-sik kesulitan mengontrol tempo dan bahkan membawa bola keluar dari area pertahanan sendiri. Saat Vietnam mencoba bangkit, nasib buruk datang — Nguyen Xiao Ming mengalami cedera serius.

Memasuki babak kedua, dua gol cepat China semakin menghancurkan mental pemain Vietnam. Kepercayaan diri runtuh, emosi tak terkendali, dan kualitas permainan menurun drastis. “Jika bukan karena penyelamatan berulang kiper Tran Trung Kien, skor tidak akan berhenti di 0–3,” tulis Thanh Hai.

Pakar sepak bola Vietnam, Phan Anh Tu, menyebut empat faktor utama kekalahan ini. Pertama, tekanan mental yang besar membuat pemain tampil di bawah kemampuan. Kedua, perubahan susunan pemain inti, termasuk menurunkan Nguyen Cong Phuong sejak awal dan menarik Nguyen Le Phat ke posisi lebih dalam, yang mengurangi daya serang.

Faktor ketiga adalah cedera Nguyen Xiao Ming pada menit ke-33, yang menjadi pukulan besar. Kartu merah yang diterima Pham Ly Duc kemudian semakin melemahkan lini belakang Vietnam — padahal pertahanan adalah kekuatan utama taktik Kim Sang-sik. Terakhir, keunggulan fisik pemain China membuat perbedaan, dengan intensitas lari dan pressing yang mengacaukan ritme permainan Vietnam sepenuhnya.

接著讀