2026年9月10日

Bukan Honor tidak berusaha—hanya saja persaingan (dan kenyataan) terlalu keras.

“Honor tidak mati—Honor sedang lahir kembali.”Begitu jawaban CEO Honor Li Jian pada 2025. Namun real...

“Honor tidak mati—Honor sedang lahir kembali.”
Begitu jawaban CEO Honor Li Jian pada 2025.

Namun realitasnya berat. Setelah sempat memimpin pasar Tiongkok pada 2024, penjualan Honor turun tajam dan pada 2025 keluar dari lima besar. Pergantian pimpinan dan restrukturisasi internal ikut memperlambat ritme.

Masalah utama Honor bukan produk. Justru sebaliknya—produknya terlalu “rata”.
Xiaomi identik dengan value, vivo dengan kamera, Huawei dengan HarmonyOS. Honor sulit diringkas dalam satu keunggulan yang melekat di benak konsumen.

Di bawah Li Jian, Honor mendorong narasi besar: menjadi perusahaan ekosistem AI. AI OS, platform, ekosistem lintas perangkat, hingga robot masuk dalam peta jalan.

Tantangannya adalah waktu.
Visinya jangka panjang, tetapi tekanan penjualan terjadi sekarang. Sebelum jalur pertumbuhan baru benar-benar matang, bisnis smartphone tetap menjadi fondasi yang harus diselamatkan.

接著讀