2026年9月10日

Tiongkok memproduksi 80% kacamata AI dunia.

Membuat kacamata AI sebenarnya tidak sulit—asal di China. Di wilayah Delta Sungai Mutiara, pesanan b...

Membuat kacamata AI sebenarnya tidak sulit—asal di China. Di wilayah Delta Sungai Mutiara, pesanan bisa jadi prototipe dalam hitungan hari; di Delta Sungai Yangtze, teknologi waveguide dan Micro LED kelas dunia terkumpul. Laporan Bank of America bahkan menyebut lebih dari 80% perusahaan rantai pasok kacamata AI berasal dari China, sehingga “pintu masuk komputasi berikutnya” makin dikuasai ekosistem manufaktur China.

Keunggulan China bersifat menyeluruh: modul kamera, pelapisan optik, komponen struktur, hingga perakitan final terpusat dan terintegrasi, membuat pengadaan dan pengujian sangat cepat. Dua komponen paling mahal dan paling sulit adalah chip serta modul optik (engine + waveguide + display), yang totalnya memakan lebih dari 70% biaya. Di kedua sisi ini, perusahaan China terus mendorong terobosan—ditopang kemampuan manufaktur presisi ala industri ponsel dari pemain besar seperti Goertek, Luxshare, dan Lens.

Yang paling penting: peran China sudah bergeser dari sekadar “tukang jahit” menjadi inovator. Setelah era awal yang dipimpin Silicon Valley, perusahaan China berinvestasi, mengakuisisi, dan beriterasi hingga menguasai teknologi inti dan membangun rantai industri yang lengkap.

Kini merek-merek China juga ikut meledak: biaya komponen turun, peluncuran produk makin cepat, dan ajang seperti CES 2026 menjadi panggung kuat bagi pemain China. Singkatnya, China bukan hanya basis produksi kacamata AI—China sedang menjadi penentu arah industrinya.

接著讀