2026年9月12日

Sanksi Berlalu Lebih dari 24 Jam: Respons 13 Tim Beragam—6 Mengakui Kesalahan, 6 Tetap Diam, 1 Melayangkan Protes Lalu Menghapus Unggahan

Pada 29 Januari, sebuah pertemuan penting terkait aksi penertiban khusus “pemberantasan manipulasi p...

Pada 29 Januari, sebuah pertemuan penting terkait aksi penertiban khusus “pemberantasan manipulasi pertandingan, perjudian, dan praktik gelap” di industri sepak bola digelar di Beijing. Tak lama berselang, Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) mengumumkan sanksi terhadap 13 klub di kompetisi profesional. Namun, setelah satu hari berlalu, respons dari 13 tim tersebut ternyata tidak seragam.

Dari total 13 tim yang dijatuhi hukuman, sembilan di antaranya merupakan klub yang saat ini berlaga di Liga Super Tiongkok (CSL). Empat sisanya berasal dari Liga China (divisi kedua), yaitu Changchun Yatai, Ningbo, Meizhou Hakka, dan Suzhou Dongwu. Di antara seluruh tim yang terkena sanksi, Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tiger menerima hukuman paling berat: masing-masing dipotong 10 poin serta didenda 1 juta yuan.

Setelah menerima pemberitahuan resmi, Shanghai Shenhua, Shanghai Port, Tianjin Jinmen Tiger, Changchun Yatai, Ningbo, dan Suzhou Dongwu segera merilis pernyataan publik. Keenam klub ini mengakui adanya kekeliruan sebelumnya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Shanghai Shenhua menjadi yang pertama angkat suara, menegaskan bahwa klub “menghormati dan menerima keputusan sanksi tersebut,” serta menyampaikan “permohonan maaf yang paling tulus” kepada suporter dan mitra.

Di sisi lain, enam klub—Qingdao Hainiu, Shandong Taishan, Henan, Zhejiang, Wuhan Three Towns, dan Meizhou Hakka—hingga kini belum mengeluarkan sikap resmi apa pun terkait keputusan itu. Bagi banyak penggemar, diamnya klub-klub tersebut dianggap sebagai bentuk protes tanpa kata.

Sementara enam tim memilih “menahan diri,” Beijing Guoan justru tampil lebih terbuka dan tegas. Pada sore hari setelah pengumuman sanksi, Guoan mengunggah pesan bernada keras di kanal media resminya: “Manusia bertindak, langit menyaksikan! Di atas kepala, ada kekuatan yang lebih tinggi!” Unggahan tersebut langsung memicu perhatian luas dan melesat ke puncak daftar tren, tetapi kemudian dihapus sekitar satu jam setelah dipublikasikan.

Usai menghapus unggahan, Guoan tidak mengeluarkan pernyataan lanjutan secara terbuka. Namun, manajemen klub dilaporkan mengundang perwakilan suporter untuk menghadiri pertemuan tertutup yang bersifat rahasia. Dalam pertemuan itu, klub menjelaskan situasi secara rinci. Setelahnya, seorang perwakilan suporter menyatakan bahwa klub “tidak bersalah—tidak bersalah—tidak bersalah.”

接著讀

“Lima Kejutan Besar! Zheng Qinwen Lolos 32 Besar, Sabalenka Berjaya, Tunggal Putri Prancis Terbuka Semakin Sengit”

Pada dini hari 29 Mei waktu Beijing, hari pertama babak kedua tunggal putri Prancis Terbuka berakhir, menghasilkan separuh dari daftar 32 besar dan penuh kejutan. Sabalenka berhasil meraih sembilan gim berturut-turut, sementara Zheng Qinwen yang tampil tidak konsisten akhirnya menang dengan susah payah. Hasil tak terduga terus bermunculan—Schneider tersingkir lebih awal, dan Swiatek tampil dominan atas Raducanu. Berikut ringkasan lima kejutan besar dan pertandingan utama di babak ini!

471 天前