2026年9月10日

Logam mulia mengalami reli “bersejarah” — apakah dana dari Tiongkok jadi pendorong utama?

(Beijing / New York, 30 Januari)Pasar komoditas global tengah mengalami lonjakan bersejarah yang jar...

(Beijing / New York, 30 Januari)
Pasar komoditas global tengah mengalami lonjakan bersejarah yang jarang terjadi, didorong oleh arus pembelian yang kuat dari para investor Tiongkok.

Kenaikan ini terjadi seiring melemahnya nilai dolar AS ke level terendah dalam lebih dari empat tahun, sehingga komoditas berbasis dolar menjadi semakin menarik. Investor Tiongkok pun mengalihkan dana dalam skala besar ke pasar komoditas, mendorong harga berbagai logam—mulai dari timah hingga perak—ke rekor tertinggi sepanjang masa.

Aktivitas perdagangan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melonjak tajam. Bulan Januari telah mencatat rekor sebagai bulan tersibuk sepanjang sejarah untuk enam logam dasar utama, dengan volume perdagangan harian kontrak tembaga pada Kamis (29 Januari) menjadi yang tertinggi kedua sepanjang masa.

Lonjakan harga ini juga menunjukkan pola waktu yang jelas. Kenaikan awal di London Metal Exchange (LME) sebagian besar terjadi selama jam perdagangan Asia, ketika investor Tiongkok mendominasi arus dana. Eric Liu, Wakil Direktur Utama ASK Resources, menyebutkan bahwa kenaikan harga komoditas berlangsung secara bergiliran, dengan tembaga sebelumnya bergerak stabil di sekitar USD 13.000 per ton sebelum akhirnya melonjak.

Faktor makroekonomi mendorong harga

Kenaikan tajam harga logam minggu ini berkaitan erat dengan kondisi makroekonomi global. Melemahnya dolar AS meningkatkan daya tarik komoditas, sementara sikap Presiden AS Donald Trump yang tidak terlalu mengkhawatirkan pelemahan dolar mendorong investor mengurangi kepemilikan obligasi AS dan beralih ke aset riil.

Analis senior komoditas Panmure Liberum, Tom Price, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap pelemahan dolar lebih lanjut membuat investor memilih menarik kembali modal dan mengalokasikannya ke pasar domestik atau komoditas.

Ekspektasi kebijakan Federal Reserve juga memperkuat reli harga. Meski suku bunga dipertahankan, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pandangan yang lebih optimistis terhadap prospek ekonomi AS. Spekulasi bahwa pimpinan The Fed berikutnya akan lebih dovish, ditambah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat kebijakan luar negeri AS, turut meningkatkan permintaan terhadap aset fisik.

Kenaikan harga tak sejalan dengan permintaan riil

Tembaga selama ini dipandang sebagai logam kunci dalam transisi energi, pengembangan pusat data, serta teknologi AI. Rencana Tesla untuk menginvestasikan sekitar USD 20 miliar tahun ini di bidang robotika dan kecerdasan buatan semakin memperkuat prospek positif bagi tembaga, aluminium, dan timah.

Manajer investasi di Shanghai menyatakan bahwa selama AS masih berada dalam potensi siklus penurunan suku bunga, prospek kenaikan harga tembaga tetap terbuka. Investasi berkelanjutan di sektor AI, semikonduktor, dan listrik dapat mendorong harga lebih tinggi, meski batas atasnya sulit dipastikan.

Namun demikian, reli ini juga menghadapi risiko. Kenaikan harga tampak tidak sejalan dengan lemahnya permintaan fisik. Struktur contango yang melebar di pasar LME mengindikasikan bahwa pasokan jangka pendek masih relatif mencukupi.

Menuju koreksi pasar?

Untuk meredam spekulasi berlebihan, SHFE telah menaikkan persyaratan margin pada beberapa kontrak serta memberlakukan pembatasan transaksi bagi akun tertentu di pasar timah dan perak. Bursa juga mengingatkan investor agar meningkatkan kesadaran risiko dan berinvestasi secara rasional.

Peringatan juga datang dari pelaku pasar global. Pimpinan bersama saham Tiongkok di Goldman Sachs menyebutkan bahwa lonjakan harga logam mungkin telah melampaui kondisi permintaan riil. Jika pembeli fisik di Tiongkok mulai mengurangi pembelian akibat harga tinggi, pasar berpotensi mengalami koreksi teknikal dalam jangka pendek.

接著讀

Anggota Kongres AS: Pintu Diplomasi Akan Tertutup, Kongres Siapkan “Palu Besar” untuk Trump Hantam Rusia

Meski pemerintahan Trump terus mendorong diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, hasilnya sejauh ini minim. Pada 13 Juli, Senator Lindsey Graham mengatakan Kongres tengah menyiapkan rancangan sanksi besar-besaran yang akan memberi Presiden Trump alat ekonomi “palu besar” untuk menghantam Rusia dan para pendukungnya. Ia memperingatkan bahwa jendela negosiasi “segera akan tertutup”.

423 天前