2026年9月10日

Bintang Besar! Dari “Flop CSL” ke Transfer Rp530 Miliar: Top Skor Musim Lalu Resmi Gabung Raksasa Eropa!

Kisah kebangkitan Ndiaye benar-benar penuh drama! Mantan striker asing Shanghai Port yang dulu sempa...

Kisah kebangkitan Ndiaye benar-benar penuh drama! Mantan striker asing Shanghai Port yang dulu sempat dicap sebagai “flop CSL” ini kini justru mencatat transfer sensasional senilai €4 juta (sekitar Rp53 miliar) ke klub kuat Liga Super Turki, Samsunspor, dengan kontrak berdurasi 4 tahun. Padahal, ketika ia meninggalkan Tiongkok, harga jualnya hanya €600 ribu.

Awal yang Sulit di Shanghai

Perjalanan Ndiaye di CSL memang jauh dari harapan. Pada musim 2022, ia diboyong Shanghai Port dengan biaya €1,2 juta. Namun, dalam 24 pertandingan, ia hanya mencetak 9 gol dan 1 assist—terlalu sedikit untuk seorang striker asing. Akhirnya, klub melepasnya dengan harga murah €600 ribu ke Demirspor, meninggalkan kerugian sekaligus reputasi sebagai “pembelian gagal.”

Siapa sangka, Demirspor justru berhasil mengasah bakatnya hingga jadi rebutan. Tak lama kemudian, ia dijual ke Red Star Belgrade dengan nilai €4 juta. Karena Shanghai Port masih memiliki 65% hak ekonominya, mereka justru menerima €2,6 juta dari transfer tersebut—balasan manis atas keputusan awal yang dianggap salah.

Meledak di Red Star Belgrade

Di Serbia, Ndiaye akhirnya menemukan panggung terbaiknya. Musim lalu, ia mencetak 19 gol dan 6 assist di semua kompetisi, sekaligus meraih gelar top skor Liga Super Serbia. Nilai pasarnya pun meroket dari €1,5 juta saat meninggalkan Tiongkok menjadi €5 juta saat ini—tiga kali lipat hanya dalam dua tahun. Jelas, masalahnya bukan kemampuan, melainkan lingkungan dan sistem permainan yang tidak cocok.

Babak Baru di Samsunspor

Kini, Samsunspor rela menggelontorkan €4 juta demi mendapatkan jasanya. Klub yang musim lalu finis di peringkat ketiga Liga Turki—tepat di bawah Galatasaray dan Fenerbahçe—serius membangun kekuatan untuk tampil di Europa Conference League. Kehadiran Ndiaye bukan sekadar pelengkap, melainkan diharapkan menjadi ujung tombak utama mereka.

Dari Dicemooh Jadi Diidolakan

Perjalanan Ndiaye adalah bukti nyata bahwa tak semua pemain buangan CSL benar-benar gagal. Di Tiongkok, ia tak dihargai. Di Eropa, ia dielu-elukan. Perbedaan taktik, lingkungan, dan pemanfaatan pemain bisa mengubah nasib secara drastis.

Kini, satu lagi eks pemain CSL berdiri gagah di panggung kompetisi Eropa. Tak sedikit fans Shanghai Port yang mungkin diam-diam merasa bangga melihat kebangkitan luar biasa Ndiaye—kisah inspiratif tentang bagaimana kesempatan yang tepat bisa mengubah segalanya.

接著讀