Bintang Besar! Dari “Flop CSL” ke Transfer Rp530 Miliar: Top Skor Musim Lalu Resmi Gabung Raksasa Eropa!
Kisah kebangkitan Ndiaye benar-benar penuh drama! Mantan striker asing Shanghai Port yang dulu sempa...
Kisah kebangkitan Ndiaye benar-benar penuh drama! Mantan striker asing Shanghai Port yang dulu sempat dicap sebagai “flop CSL” ini kini justru mencatat transfer sensasional senilai €4 juta (sekitar Rp53 miliar) ke klub kuat Liga Super Turki, Samsunspor, dengan kontrak berdurasi 4 tahun. Padahal, ketika ia meninggalkan Tiongkok, harga jualnya hanya €600 ribu.
Awal yang Sulit di Shanghai
Perjalanan Ndiaye di CSL memang jauh dari harapan. Pada musim 2022, ia diboyong Shanghai Port dengan biaya €1,2 juta. Namun, dalam 24 pertandingan, ia hanya mencetak 9 gol dan 1 assist—terlalu sedikit untuk seorang striker asing. Akhirnya, klub melepasnya dengan harga murah €600 ribu ke Demirspor, meninggalkan kerugian sekaligus reputasi sebagai “pembelian gagal.”
Siapa sangka, Demirspor justru berhasil mengasah bakatnya hingga jadi rebutan. Tak lama kemudian, ia dijual ke Red Star Belgrade dengan nilai €4 juta. Karena Shanghai Port masih memiliki 65% hak ekonominya, mereka justru menerima €2,6 juta dari transfer tersebut—balasan manis atas keputusan awal yang dianggap salah.
Meledak di Red Star Belgrade
Di Serbia, Ndiaye akhirnya menemukan panggung terbaiknya. Musim lalu, ia mencetak 19 gol dan 6 assist di semua kompetisi, sekaligus meraih gelar top skor Liga Super Serbia. Nilai pasarnya pun meroket dari €1,5 juta saat meninggalkan Tiongkok menjadi €5 juta saat ini—tiga kali lipat hanya dalam dua tahun. Jelas, masalahnya bukan kemampuan, melainkan lingkungan dan sistem permainan yang tidak cocok.
Babak Baru di Samsunspor
Kini, Samsunspor rela menggelontorkan €4 juta demi mendapatkan jasanya. Klub yang musim lalu finis di peringkat ketiga Liga Turki—tepat di bawah Galatasaray dan Fenerbahçe—serius membangun kekuatan untuk tampil di Europa Conference League. Kehadiran Ndiaye bukan sekadar pelengkap, melainkan diharapkan menjadi ujung tombak utama mereka.
Dari Dicemooh Jadi Diidolakan
Perjalanan Ndiaye adalah bukti nyata bahwa tak semua pemain buangan CSL benar-benar gagal. Di Tiongkok, ia tak dihargai. Di Eropa, ia dielu-elukan. Perbedaan taktik, lingkungan, dan pemanfaatan pemain bisa mengubah nasib secara drastis.
Kini, satu lagi eks pemain CSL berdiri gagah di panggung kompetisi Eropa. Tak sedikit fans Shanghai Port yang mungkin diam-diam merasa bangga melihat kebangkitan luar biasa Ndiaye—kisah inspiratif tentang bagaimana kesempatan yang tepat bisa mengubah segalanya.
Benarkah Teh Hijau Adalah “Ozempic Alami”? Sains Mengatakan Fakta Penurunan Berat Badan Tak Sesederhana Itu
Dalam beberapa tahun terakhir, teh hijau kembali naik daun, terutama di platform seperti TikTok. Ban...
PM Denmark: Aktivitas Rahasia AS di Greenland “Tidak Dapat Diterima”
Pada 27 Agustus, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyampaikan pernyataan tegas di Kopenhag...
Guardiola Mulai Menemukan Irama: Latih Foden & González Secara Personal, Kunci Kendali Manchester City
Musim ini tidak dimulai dengan mudah bagi Pep Guardiola. Setelah musim lalu tanpa gelar, tekanan bes...
Geely Perketat Strategi Besar—Bahkan Putra Li Shufu Tak Luput dari Dampaknya
Kemarin, dunia startup kecerdasan jasmani (embodied intelligence) digemparkan oleh kabar mengejutkan...
Kebangkitan Pickleball: Dari Olahraga Pensiunan Jadi Tren Dunia
“Aku tidak menyangka, bermain pickleball bisa bikin aku berkeringat segini banyak.”Suatu sore di Bei...
MSI Memamerkan Laptop Panther Lake Pertama di Dunia, Jurnalis Terpukau Saat Mencoba Langsung
Fast Tech, 7 Desember — MSI bersama Intel baru saja menggelar pertemuan tertutup di New York, yang s...
Akhirnya Tiba! Motorhome Pertama Xiaomi Hadir Setelah Empat Tahun Penantian
Penjualan mobil Xiaomi tahun ini bukan sekadar bisa disebut stabil, tetapi benar-benar melampaui eks...
Idol Populer Jepang Dikabarkan Pacaran, Kepergok Bertemu Diam-diam dengan Aktor 4 Tahun Lebih Muda
(Tokyo, 29) Media Jepang melaporkan rumor hubungan asmara yang melibatkan Maika Sasaki (25), anggota...
Serie A musim ini sangat sengit!
Setelah 17 putaran, lima tim teratas hanya terpaut empat poin, membuat perebutan gelar semakin meman...
Hyundai Motor menyatakan siap menghadapi produsen mobil Tiongkok
Menurut laporan, Hyundai menyatakan siap menghadapi produsen mobil Tiongkok di pasar Eropa dan akan ...