2026年9月10日

BYD membuka tahun dengan kencang—penjualan Januari di Jerman melonjak sepuluh kali lipat.

(Shenzhen/Berlin, 5 Februari)Produsen kendaraan listrik (EV) terbesar China, BYD, terus memperluas e...

(Shenzhen/Berlin, 5 Februari)
Produsen kendaraan listrik (EV) terbesar China, BYD, terus memperluas ekspansi di pasar EV terbesar di Eropa, yaitu Jerman. Pada Januari tahun ini, penjualan BYD di Jerman melonjak lebih dari sepuluh kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data dari Federal Motor Transport Authority (FMTA) Jerman, BYD menjual 2.629 unit mobil pada Januari, jauh lebih tinggi dibanding 235 unit pada Januari tahun lalu—naik sekitar 10,2 kali. Jumlah tersebut juga lebih dari dua kali registrasi Tesla yang tercatat 1.301 unit pada periode yang sama, sementara penjualan Tesla di Jerman hanya naik tipis 1,9% secara tahunan. Saham Tesla sempat turun hingga 5,4% pada perdagangan AS hari Rabu (4 Februari).

Persaingan makin sengit

Seiring perang harga EV di China yang masih ketat, sejumlah merek China mempercepat ekspansi ke Eropa. Selain BYD, XPENG dan Leapmotor juga terus memperluas kehadiran di kawasan tersebut, dan Jerman menjadi medan persaingan yang paling krusial.

Pada Januari, Leapmotor menjual 689 unit di Jerman, sedangkan XPENG mencatat 327 unit.

Pasar EV Jerman kini memasuki fase persaingan yang semakin “panas”. Selain merek China, produsen lokal seperti Volkswagen dan BMW juga meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat portofolio EV mereka. Dengan subsidi yang berkurang dan tekanan harga yang berlanjut, tahun ini dipandang sebagai periode penting untuk pergeseran peta persaingan. Tesla sudah menawarkan versi Model Y dan Model 3 yang lebih terjangkau, namun kemampuannya mempertahankan pangsa pasar di tengah pembaruan produk yang cepat dari merek China dan persaingan multi-arah masih perlu dipantau.

接著讀