2026年9月10日

40 Ribu Penonton Telah Pulang, James Rodríguez 34 Tahun Tak Rela Pergi — Duduk Sendiri di Tengah Lapangan, Menunduk dengan Mata Berkaca-kaca

Dalam setiap perjalanan karier, selalu ada generasi yang tumbuh dan ada yang mulai memasuki senja. J...

Dalam setiap perjalanan karier, selalu ada generasi yang tumbuh dan ada yang mulai memasuki senja. James Rodríguez, yang dulu bersinar terang di panggung sepak bola dunia, kini tak bisa lagi melawan arus waktu. Di usia 34 tahun, ia memimpin tim nasional Kolombia meraih kemenangan gemilang 3-0 atas Bolivia pada laga ke-17 Kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Selatan, memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026. Namun, bukan hanya kemenangan yang membekas di hati publik, melainkan momen emosional James yang duduk sendirian di tengah lapangan, menunduk dengan mata berkaca-kaca setelah laga usai.

Bagi tim nasional Kolombia, James tetap menjadi jantung permainan—kapten, kreator, dan pemimpin jiwa. Misi malam itu sederhana: menang, dan Piala Dunia sudah di depan mata. Menit ke-31, Arias mengirim umpan silang akurat yang langsung disambar James di depan gawang, membawa Kolombia unggul 1-0. Gol itu menenangkan tim dan memantapkan dominasi di lapangan.

Pada menit ke-61, James ditarik keluar dan digantikan oleh Quintero, meninggalkan lapangan dengan tepuk tangan meriah dari 40 ribu pendukung di Estadio Metropolitano Roberto Meléndez. Kolombia akhirnya menutup laga dengan skor 3-0, memastikan mereka kembali ke ajang empat tahunan itu setelah absen di 2022.

Menjelang peluit akhir, air mata James tak terbendung. Ada sukacita karena membawa negaranya kembali ke panggung terbesar, rasa haru mendengar sorakan puluhan ribu penggemar, dan kesadaran pahit bahwa ini mungkin adalah laga kandang terakhirnya di kualifikasi Piala Dunia. Saat tribun mulai kosong dan suara sorak berganti hening, James tetap di lapangan. Ia melepaskan sepatunya, duduk di tengah rumput hijau, menunduk, terdiam, membiarkan emosi mengalir.

Nama James Rodríguez mulai mengguncang dunia pada Piala Dunia 2014, ketika ia menjadi salah satu bintang paling bersinar dan meraih Sepatu Emas. Transfer senilai 80 juta euro membawanya ke Real Madrid, mengenakan kostum nomor 10 yang ikonik. Namun, masa puncaknya berlalu cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, karier klubnya penuh lika-liku—enam kali kontrak diputus dalam enam tahun, berpindah-pindah tim, dan prestasinya meredup.

Meski begitu, untuk Kolombia, James adalah simbol dan kebanggaan. Selama 14 tahun, ia mencatat 114 penampilan dan 29 gol, mendapatkan cinta suporter dan rasa hormat dari rekan setim. Rekornya berbicara lantang:

  • Pemain dengan jumlah starter terbanyak dalam sejarah Kolombia — James Rodríguez
  • Satu-satunya pemain Kolombia yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia — James Rodríguez
  • Top skor sepanjang masa Kolombia di kualifikasi Piala Dunia — James Rodríguez
  • Peraih Bola Emas Copa América sekaligus raja assist turnamen — James Rodríguez
  • Pencetak gol spektakuler di Piala Dunia yang meraih Penghargaan Puskás — James Rodríguez

Kini, James tahu waktunya hampir habis. Piala Dunia 2026 hampir pasti menjadi yang terakhir baginya, dan laga melawan Bolivia ini mungkin adalah “tarian” terakhirnya di panggung kualifikasi kandang. Kereta perjalanan kariernya perlahan mendekati stasiun akhir—dan di tengah lapangan Barranquilla yang sunyi, dengan mata berkaca-kaca, ia merasakan setiap langkah dari perjalanan luar biasanya.

接著讀