2026年9月10日

Fermin: Kalau Aku Bisa Menentukan Siapa yang Diboyong Barça, Aku Akan Pilih Messi! Aku Rela Jadi Cadangan!

Pada 29 Januari, pemain Barça, Fermin, dalam wawancara media mengungkapkan harapannya yang tulus aga...

Pada 29 Januari, pemain Barça, Fermin, dalam wawancara media mengungkapkan harapannya yang tulus agar Messi kembali ke Barcelona.

Isu kembalinya Messi ke Barça sudah berlangsung cukup lama. Setelah menolak beberapa tawaran perpanjangan kontrak dari PSG pada 2023, dan meskipun diminati oleh Inter Milan, Newcastle, serta klub-klub Saudi seperti Riyadh Victory dan Jeddah United dengan tawaran fantastis masing-masing €1 miliar dan €1,4 miliar, pilihan utama Messi tetap Barcelona. Ia bahkan berharap bisa bernegosiasi langsung dengan Laporta. Namun, karena keterlambatan dari pihak klub, Messi akhirnya memutuskan bergabung dengan Inter Miami, untuk menghindari kesalahan yang sama.

Karena jadwal MLS tidak bertabrakan dengan liga top Eropa, kemungkinan Messi kembali dengan status pinjaman ke Barça untuk melanjutkan La Liga sempat muncul. Namun, Messi menolak, merasa hal itu menurunkan nilai dirinya. Tahun lalu, kunjungan malamnya yang tenang ke Camp Nou kembali memunculkan spekulasi tentang kemungkinan kembalinya ia ke klub. Saat pemilihan presiden Barça berlangsung, topik kembalinya Messi menjadi sorotan hangat bagi para kandidat.

Bagi para pemain Barça, kembalinya Messi adalah impian yang indah. Fermin mengatakan, jika dia bisa memilih satu pemain untuk klub, tak diragukan lagi pilihannya adalah Messi—dan dia rela duduk di bangku cadangan demi Messi.

Namun, secara realistis, kembalinya Messi ke Barça masih menghadapi banyak rintangan. Laporta kemungkinan besar tidak akan segera mundur, dan Messi memiliki kontrak dengan Inter Miami hingga 2028. Meski begitu, ikatan Messi dengan Barça tetap membuat topik ini selalu hangat di dunia sepak bola, seperti spekulasi LeBron James kembali ke Cavaliers.

接著讀

Trump Ungkap Serangan Rudal Iran: “Mereka Tanya, Jam 1 Dini Hari Boleh Tidak? Saya Bilang, Silakan”

Dalam KTT NATO di Den Haag pada 25 Juni, mantan Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran memberi pemberitahuan kepada pihak AS sebelum meluncurkan rudal ke pangkalan militer di Qatar, bahkan sempat “berunding soal waktu.” Ia menyebut tindakan Iran itu sebagai “sangat bersahabat” dan menekankan bahwa semua rudal berhasil dicegat tanpa korban jiwa. Pernyataan ini menarik perhatian luas dan menyoroti kompleksitas hubungan AS-Iran yang penuh kontradiksi.

440 天前