2026年9月10日

Premi Asuransi Mobil Energi Baru 2025 Naik 30% YoY: Biaya Perbaikan Lebih Tinggi dari Mobil Bensin dan Insiden Smart Driving Makin Sering

Menurut laporan Fast Technology pada 31 Januari, sepanjang 2025 industri asuransi kendaraan mencatat...

Menurut laporan Fast Technology pada 31 Januari, sepanjang 2025 industri asuransi kendaraan mencatat premi tertulis (mencakup asuransi kendaraan komersial dan asuransi wajib/CTPL) sekitar RMB 996,37 miliar, naik 2,99% dibanding tahun sebelumnya. Di dalamnya, premi tertulis untuk asuransi kendaraan komersial mobil energi baru (NEV) mencapai sekitar RMB 157,61 miliar, melonjak 33,88% YoY. Sementara itu, klaim yang telah dibayarkan untuk NEV tercatat sekitar RMB 79,92 miliar, meningkat 36,09% dari tahun sebelumnya.

Dari sisi pasar pertumbuhan, asuransi NEV tampil sebagai kontributor utama. Laju kenaikan premi asuransi komersial NEV jauh melampaui pertumbuhan keseluruhan asuransi kendaraan, menegaskan bahwa NEV kini menjadi mesin ekspansi pasar.

Tren ini juga sejalan dengan kondisi pasar otomotif secara umum. Tahun lalu, total penjualan mobil di China mencapai 34,40 juta unit, naik 9,4% YoY. Di saat yang sama, penjualan NEV menembus 16,49 juta unit, meningkat 28,2% YoY, dan pangsa NEV dalam penjualan mobil baru domestik telah melampaui 50%—sebuah tonggak penting dalam transisi industri.

Selain itu, tingkat kepesertaan asuransi kendaraan komersial pada NEV lebih tinggi dibanding mobil bermesin pembakaran internal (mobil bensin). Salah satu pendorong utamanya adalah kebutuhan transfer risiko: biaya perbaikan NEV umumnya lebih mahal, sehingga pemilik kendaraan lebih terdorong mengandalkan asuransi untuk menekan potensi beban pengeluaran.

Sebelumnya, pelaku industri juga sempat menyebutkan bahwa tingkat kejadian klaim (frekuensi kecelakaan/kerusakan yang diajukan) pada NEV sekitar 70% lebih tinggi daripada mobil bensin, sementara rasio klaimnya juga lebih tinggi sekitar 10 poin persentase. Faktor pemicunya antara lain proporsi pengemudi muda yang lebih besar (cenderung menyukai kecepatan), tingginya insiden pada masa adaptasi fitur smart driving akibat ketergantungan berlebihan, serta penggunaan sebagian kendaraan untuk layanan ride-hailing yang termasuk skenario berisiko lebih tinggi.

Tekanan biaya semakin kuat karena struktur perbaikan NEV yang lebih mahal. Komponen inti seperti baterai dan sensor LiDAR memiliki biaya perawatan yang jauh melampaui mobil bensin. Bahkan kerusakan ringan pada baterai bisa berujung pada penggantian satu paket baterai, dengan biaya sekali perbaikan yang dapat mencapai puluhan ribu yuan. Untuk LiDAR, biaya penggantian satu unit sensor disebut bisa melebihi RMB 20.000.

Di sisi lain, sebagian produsen menerapkan desain terintegrasi (one-piece/integrated), sehingga setelah kecelakaan kendaraan cenderung harus “ganti komponen” ketimbang diperbaiki. Pola “ganti, bukan reparasi” ini pada akhirnya mendorong biaya klaim semakin tinggi dan ikut memperbesar tekanan kenaikan premi asuransi NEV.

接著讀