2026年9月10日

Pertandingan babak 1/16 final tunggal putri di Singapore Smash 2026 menyajikan drama luar biasa

He Zhuojia harus mengakui keunggulan Hina Hayata dengan skor tipis 2-3 (12-10, 16-18, 11-7, 7-11, 11...

He Zhuojia harus mengakui keunggulan Hina Hayata dengan skor tipis 2-3 (12-10, 16-18, 11-7, 7-11, 11-13), meski sempat dua kali berada di posisi unggul.

Di usia 27 tahun dan berperingkat dunia ke-40, He datang sebagai underdog. Namun dengan pengalaman pernah mengalahkan pemain top Jepang serta perannya sebagai partner latihan utama tim nasional Tiongkok, ia menunjukkan kualitas yang tidak bisa diremehkan.

Gim kedua menjadi titik balik krusial. He memimpin jauh 9-2 dan sempat meraih game point di angka 10-5. Jika berhasil menutup gim tersebut, ia akan unggul 2-0 dan membuka peluang besar untuk menciptakan kejutan. Namun kesalahan sendiri mulai muncul, memberi ruang bagi Hayata untuk bangkit. Setelah duel panjang di deuce, Hayata membalikkan keadaan dan menang 18-16.

Pada gim penentuan, drama kembali terjadi. He tertinggal 7-10, tetapi menunjukkan mental baja dengan menyelamatkan tiga match point dan bahkan berbalik unggul 11-10. Sayangnya, di momen paling menentukan, Hayata tampil lebih tenang dan mengunci kemenangan 13-11.

Saat meraih game point di gim pertama, sorot mata He penuh keyakinan — seakan pertanda kejutan besar akan terjadi. Namun olahraga level tertinggi memang ditentukan oleh detail kecil. Keunggulan tujuh poin yang terbuang di gim kedua menjadi momen paling disayangkan. Meski kalah, penampilan He Zhuojia membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan pemain papan atas dunia.

接著讀