2026年9月10日

Tak lagi ingin menyenangkan penonton, Jeff kembali jadi diri sendiri—rela habiskan biaya setara Myvi untuk terbitkan buku dan jadi penulis

(Kuala Lumpur, 22) Pasangan YouTuber Malaysia “Jeff & Inthira” telah lama membangun basis penggemar ...

(Kuala Lumpur, 22) Pasangan YouTuber Malaysia “Jeff & Inthira” telah lama membangun basis penggemar yang kuat melalui konten kreatif, sekaligus memperluas pengaruh mereka ke dunia bisnis dan personal branding. Kini, Jeff—dengan nama aslinya Jeff Leong Ming Yao—resmi melangkah sebagai penulis dengan meluncurkan buku bisnis berjudul The Attention War.

Jeff mengungkapkan bahwa ia membiayai sendiri penerbitan buku tersebut dengan dana besar, “hampir setara harga sebuah Myvi.” Sang istri, Inthira, juga berseloroh bahwa selama proses penulisan, Jeff menjadi sangat perfeksionis hingga emosinya mudah berubah.

Jeff menjelaskan bahwa penggunaan nama asli merupakan bagian dari upaya “mendefinisikan ulang diri.” Ia mengatakan, “Untuk menjadi versi baru dari diri sendiri, kita perlu melepaskan hal-hal lama. Saat ini, saya benar-benar membangun ulang diri dari nol.” Ia mengenang perjalanannya dari pesulap, pembawa acara TV, hingga kreator konten sebagai serangkaian “peran,” dan kini ingin kembali menjadi diri yang lebih autentik.

Ia juga menilai bahwa banyak strategi konten bersifat sementara dan bisa usang dalam beberapa tahun. “Daripada disimpan, lebih baik dibagikan karena memiliki nilai sosial.” Buku ini ia anggap sebagai “hadiah untuk masyarakat” sekaligus rangkuman perjalanan kariernya.

Jeff menegaskan bahwa buku ini bukan buku motivasi. Hanya satu bab yang membahas kisah pribadinya, sementara selebihnya berfokus pada konten, cara berpikir, dan perubahan zaman dalam konteks bisnis. Ia menyebut buku ini lahir dari ketidakpuasan terhadap kondisi saat ini dan keinginan untuk menembus batasan.

Dalam acara peluncuran, ia mengundang empat rekan sekaligus mitra bisnis yang disebut dalam buku untuk berbagi pengalaman. Ia mengakui bahwa proses penulisan selama satu tahun dilakukan untuk mengumpulkan studi kasus nyata agar isi buku lebih kuat dan relevan.

Mengenai judul The Attention War, Jeff mengingat pesan dari masa lalunya sebagai pesulap: “Saat kamu berada di atas panggung, kamu bertanggung jawab pada penonton dan waktu.” Ia percaya bahwa di era banjir informasi, perhatian adalah aset paling berharga: “Saat kamu tidak punya apa-apa, yang tersisa hanyalah perhatian orang lain.” Ia juga menekankan bahwa kepercayaan adalah aset jangka panjang, dan media pribadi menjadi alat penting dalam dunia bisnis.

Tentang tantangan menulis, ia mengakui prosesnya tidak mudah: “Jika kemampuan menulis terbatas, akan terasa banyak pengulangan, sehingga perlu terus disederhanakan.” Selama setahun, ia terus memperbaiki isi buku dan belajar dari berbagai profesional.

Menanggapi kritik bahwa influencer tidak layak menulis buku, Jeff menyatakan ia sudah siap menghadapi hal tersebut. “Jika saya sudah mencapai semua ini, mengapa saya tidak boleh menulis buku?” Ia menambahkan bahwa pelajaran terbesar dari proses ini adalah kesabaran—sesuatu yang sering diabaikan dalam kesuksesan.

Dalam acara tersebut, Jeff juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Inthira atas dukungannya selama ini. Inthira pun dengan humor mengungkap bahwa Jeff menjadi lebih emosional saat menulis, bahkan bercanda bahwa “memang dari dulu sudah begitu,” yang disambut tawa hadirin.

Mengenai channel mereka yang sempat vakum hampir setahun, Jeff menjelaskan bahwa itu dilakukan untuk fokus menulis dan refleksi diri. Mereka berencana kembali dengan format baru, namun saat ini ia memilih fokus pada pengembangan diri. “Dulu saya ingin menyenangkan penonton, sekarang saya ingin menjadi diri sendiri,” katanya.

Tentang penjualan buku, Jeff mengaku santai: “Saya merasa sangat tenang sekarang.” Ia tidak lagi berusaha membuktikan diri kepada orang lain. “Orang boleh bilang saya belum cukup baik, tapi jangan bilang saya bukan diri saya.” Baginya, selama terus berkembang dan tetap autentik, itu sudah cukup.

接著讀