Kekalahan 0–2 membuat tim nasional China gagal merebut posisi puncak grup. Perubahan taktik oleh Shao Jiayi tidak membuahkan hasil, bahkan memicu tiga dampak tak terduga yang menjadi perbincangan hangat usai pertandingan.
(Beijing, 31 Maret) Tim nasional sepak bola China harus menelan kekalahan 0-2 dari Kamerun dalam lag...
(Beijing, 31 Maret) Tim nasional sepak bola China harus menelan kekalahan 0-2 dari Kamerun dalam laga seri internasional, setelah kebobolan dua gol dalam 10 menit pertama pertandingan. Kekalahan ini membuat China dipastikan gagal merebut posisi teratas di zona Australia.
Empat hari sebelumnya, China sempat tampil impresif dengan kemenangan 2-0 atas Curaçao lewat gol Wei Shihao dan Zhang Yuning. Kemenangan tersebut juga menjadi yang pertama dalam 16 tahun atas tim yang lolos ke Piala Dunia.
Namun, menghadapi Kamerun—kekuatan tradisional Afrika dengan banyak pemain yang berkarier di liga top Eropa—menjadi ujian yang jauh lebih berat. Meski sama-sama tidak lolos ke Piala Dunia, kualitas Kamerun tetap terlihat unggul. China pun memilih formasi defensif 5-4-1 untuk meredam tekanan.
Sayangnya, strategi tersebut gagal sejak awal. Pada menit ke-3, lini pertahanan China ditembus dengan mudah, dan Aiyong mencetak gol pembuka dari jarak dekat. Tayangan ulang menunjukkan koordinasi lini belakang yang kurang solid.
Pada menit ke-9, Kamerun menggandakan keunggulan melalui skema bola mati. Setelah sundulan di tiang dekat, Alioum menyambar bola di tiang jauh dan mencetak gol kedua, memperlihatkan kelemahan dalam penjagaan pemain.
Meski China mulai menyesuaikan diri dan menciptakan beberapa peluang, mereka gagal mencetak gol balasan hingga pertandingan berakhir.
Tiga poin penting dari laga ini:
Pertama, Kamerun tetap unggul secara kualitas meski tidak menurunkan tim terbaik;
Kedua, perubahan ke formasi lima bek tidak mampu mengatasi masalah pertahanan;
Ketiga, pemain pengganti Baihelamu membuat pertandingan memanas di babak kedua, dengan banyak pelanggaran yang berujung kartu kuning, kartu merah, hingga pelatih lawan diusir dari lapangan.
Israel Kembangkan Terapi Baru “Nano-Platform + CAR-T” untuk Tingkatkan Daya Tahan Imunoterapi Kanker
Peneliti dari Universitas Ben-Gurion di Israel mengembangkan platform aktivasi buatan berbasis nanoteknologi yang terinspirasi dari manufaktur chip. Teknologi ini secara signifikan meningkatkan efektivitas dan ketahanan sel CAR-T dalam melawan kanker, membuka jalan bagi terobosan baru dalam penerapan klinis imunoterapi.
Astronot Rusia Cetak Sejarah: Pertama Kali Gunakan Biometrik untuk Layanan Online di Luar Angkasa
IT Home melaporkan pada 16 November bahwa, menurut Xinhua, kosmonot Rusia Alexei Zubritsky telah men...
Bursa Asia-Pasifik Kompak Melemah, Harga Perhiasan Emas Mengakhiri Tren Naik 5 Hari, Rupiah Tiongkok Terus Menguat
Pada 16 Desember, pasar saham utama Asia-Pasifik melanjutkan tren pelemahan. Indeks Nikkei 225 Jepan...
Thunder dikejutkan tim peringkat 12 Wilayah Timur—ini kekalahan beruntun kedua mereka musim ini. Dari 37 laga sudah kalah 7 kali, target 70 kemenangan makin sulit.
Pada 6 Januari (waktu Beijing), Thunder dibantai Hornets dan mengalami dua kekalahan beruntun untuk ...
Melihat Jejak ofo dalam Perjalanan Songguo Chuxing (Pinecone Mobility)
“Perusahaan publik pertama” di segmen e-moped bersama tampaknya benar-benar akan segera hadir. Songg...
Sebuah Strategi 8 Tahun yang Mengerek Kapitalisasi Pasar Alibaba hingga Bertambah US$100 Miliar
Narasi tentang chip kini menjadi faktor utama yang menggerakkan harga saham Alibaba. Hingga penutupa...
CEO NVIDIA Jensen Huang muncul di Beijing hari ini, melanjutkan rangkaian kunjungan ke Tiongkok pada 2026.
Menurut laporan IT Home pada 25 Januari, pendiri sekaligus CEO NVIDIA, Jensen Huang, kembali mengunj...
Natalie Portman (44) Umumkan Kehamilan — Siap Sambut Anak Ketiga
Menurut laporan media internasional, aktris pemenang Oscar Natalie Portman yang berusia 44 tahun tel...
Joyce Cheng dikabarkan tengah bersiap untuk Singer 2026; detail setelah masa pemulihan mengungkap kondisi kesehatannya saat ini
(Hong Kong, 22) Penyanyi Hong Kong berusia 38 tahun, Zheng Xinyi, baru-baru ini tertangkap kamera pe...
Zhejiang tumbang 0–3 di babak pertama — komentator tajam: ini bukan sekadar pemecatan, tapi seperti hubungan yang benar-benar putus
Pada pekan ke-8 Chinese Super League, Chengdu Rongcheng FC tampil dominan saat menghadapi Zhejiang F...